Tuntaskan Misi Diplomasi di PNG, Satgas Port Visit TNI AL 2025 Kembali ke Tanah Air

Pangkoarmada III Sambut Satgas Port Visi 2025 2

Koreri.com, Sorong – Satgas Port Visit Task Force South Pasific 2025 yang menggunakan KRI Wahidin Sudiro Husodo (WSH – 991) dengan negara tujuan Papua New Guinea (PNG) akhirnya tiba kembali ke tanah air.

Dipimpin Komandan Satgas Kolonel Laut (P) Ferry H. Hutagaol M.Tr.Hanla., M.M. yang sehari-hari menjabat sebagai Komandan Satuan Kapal Eskorta (Dansatkor) Koarmada III, KRI WSH – 991 sandar di Dermaga Koarmada III, Katapop, Kabupaten Sorong, Provinsi Papua Barat Daya, Jumat (26/9/2025)

Panglima Komando Armada III Laksda TNI H. Krisno Utomo, PSC(j)., M.A., M.M.S., CHRMP., menerima langsung kedatangan Satgas Port visit South Pacific 2025.

Dalam sambutannya, Pangkoarmada III mengatakan misi Satgas Port visit South Pacific 2025 bersama KRI WSH-991 ini adalah wujud nyata dari diplomasi TNI Angkatan Laut.

“Jadi Satgas Port Visit ini membawa dua KRI yaitu KRI Raden Edi Martadinata 331 dengan KRI Wahidin Sudirohusodo 991 berkunjung ke negara tetangga kita yaitu Papua Nugini, (PNG, red). Di sana yang pertama yaitu melaksanakan tugas diplomasi dan yang kedua dalam rangka hari ulang tahun Kemerdekaan ke 50 negara Papua Nugini yang juga dihadiri oleh bapak wakil presiden Republik Indonesia Gibran Rakabuming Raka,” urainya.

Pangkoarmada III Sambut Satgas Port Visi 2025Dan yang ketiga, Satgas ini melaksanakan bakti sosial dan bakti kesehatan terhadap masyarakat di Port Moresby.

“Kegiatan bakti kesehatan ini berjalan dengan lancar setiap harinya selama bersandar di dermaga setempat. Kemudian bakti sosial bersama masyarakat lokal yaitu pembersihan rumah-rumah ibadah baik gereja dan masjid, melakukan cultural exchange ataupun pertukaran kultur dan budaya antara Indonesia dan Papua Nugini,” sambungnya.

Tak hanya itu, lanjut Pangkoarmada III, juga ada pembicaraan-pembicaraan tentang kerjasama AL Indonesia dengan AL Papua Nugini.

Diakuinya, keberhasilan ini dapat dinilai dari animo masyarakat Papua Nugini yang mengikuti kegiatan Bakti Kesehatan setiap harinya melebihi daripada ekspektasi ataupun yang diencanakan. Lebih dari 250 masyarakat setiap harinya berobat di KRI WSH-991.

Mereka juga menyampaikan harapan bahwa kegiatan Bakti Kesehatan dari TNI AL Republik Indonesia ini dapat dilaksanakan dari tahun ke tahun. Dan nantinya dari markas besar TNI AL ini juga akan membicarakan tentang kerjasama ini dengan Markas Besar AL PNG.

Pangkoarmada III Sambut Satgas Port Visi 2025 3Bakti Kesehatan dan Sosial di Wanam, Papua Selatan

Sekembalinya dari Papua Nugini, lanjut Pangkoarmada III kegiatan tidak berhenti sampai di situ saja.

“Kita juga melaksanakan Bakti Kesehatan dan Bakti Sosial di Wanam Papua Selatan. Ini juga suatu daerah yang memang memerlukan perhatian untuk kesehatan dan pekerjaan sosial. Dan ini kita kerjakan bersama-sama tidak hanya Koarmada III dan Satgas Port Visit saja tetapi juga menggandeng Komando Daerah Angkatan Laut XI yang bermarkas di Merauke, Batalyon 801 Teritorial Pembangunan serta stakeholder yang lain seperti Polri dan juga Pemda,” rincinya.

Dikatakan Pangkoarmada III, animo masyarakat di Wanam juga cukup tinggi dimana setiap harinya berobat sekitar 240 warga mulai dari pengobatan gigi, pengobatan umum juga ada bedah. Kemudian laboratorium dan juga ada penyakit-penyakit yang lain yang ditindaklanjuti.

“Tentunya kegiatan ini sangat membantu masyarakat walaupun di daerah terdapat Puskesmas ataupun fasilitas kesehatan lainnya. Namun dengan kelengkapan kedokteran yang dibawa oleh KRI Wahidin Sudirohusodo ini, tindak lanjut untuk pendalaman dari suatu penyakit ini dirasakan cukup mumpuni karena seluruh peralatan di sini lengkap mulai dari CTScan, MRI, Laboratorium untuk poli gigi sampai dengan poli umum di sini seluruhnya dilengkapi,” bebernya.

Pangkoarmada III Sambut Satgas Port Visi 2025 4Masyarakat dapat merasakan bahwa uang pajak yang diberikan oleh mereka ini dapat diwujudkan dalam alutsista rumah sakit yang paling canggih dimiliki oleh TNI AL untuk melayani masyarakat dengan baik.

“TNI hadir di tengah masyarakat karena TNI berasal dari rakyat, untuk rakyat dan berjuang bersama rakyat,” pungkasnya.

Misi ini merupakan misi kedua yang dilaksanakan ke wilayah Pasifik Selatan dengan tujuan untuk mempererat hubungan baik antara negara Indonesia dengan PNG.

Pelayaran rute Sorong – Port Moresby ini ditempuh selama 14 hari, 9 – 22 September 2025 dan berada di PNG selama 4 hari yaitu dari tanggal 14 – 18 September 2025.

Sekembalinya dari PNG, KRI WSH-991 sempat menyinggahi Wanam, Papua Selatan sebelum kembali ke Sorong.

Personel yang terlibat pada pelayaran ini berjumlah 188 personel yang terdiri dari 163 personel ABK KRI , 25 personel staf Satgas yang terdiri dari Satuan Komando, Dokter Umum dan Spesialis dan Dinas Penerangan Koarmada III.

ZAN