Koreri.com, Ambon – Dinas Kependudukan, Pencatatan Sipil dan Pemberdayaan Masyarakat Kampung (Disdukcapil PMK) Provinsi Papua Barat Daya (PBD) menggelar Bimbingan teknis (Bimtek) Penyelesaian Masalah Pendaftaran Penduduk dan Pencatatan Sipil se-kabupaten/kota yang dilaksanakan di Kriyad Hotel, KM 10, Kota Sorong, Rabu (26/11/2025).
Gubernur PBD dalam sambutannya yang dibacakan Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Dr. Drs. Suardi Thamal, M.M. mengatakan Dukcapil diibaratkan salah satu jantung bangsa karena memiliki database kependudukan terlengkap dibanding instansi manapun di Indonesia.
Database tersebut menjadi sumber informasi bagi semua persoalan dan perencanaan pembangunan di pusat, provinsi dan kabupaten/kota di negeri ini.
Dijelaskan Gubernur, berdirinya suatu negara dibuktikan dengan adanya penduduk, pemerintahan wilayah dan pengakuan negara lain.
“Dan tugas negara adalah memberikan perlindungan hukum kepada seluruh warga negara atau penduduk Indonesia dengan memberikan dokumen kependudukan cepat, akurat, lengkap dan gratis. Negara harus hadir sampai ke pintu-pintu rumah untuk memberikan pelayanan adminduk,” jelasnya.
Tujuan penyelenggaraan adminduk yang bertujuan memberikan keabsahan identitas, memberikan perlindungan status terhadap hak-hak sipil penduduk, menyediakan data dan informasi kependudukan dalam rangka mewujudkan tertib adminduk secara nasional dan terpadu yang menjadi rujukan dasar bagi sektor terkait lainnya.
Salah satunya, layanan kependudukan yang meliputi subjek penduduk rentan seperti orang jalanan, kaum marginal, miskin kronis, narapidana, disabilitas, dan transgender.
Diakui Gubernur, kendala yang sering dihadapi dalam prosesnya antara lain, akses geografis yang sulit, keterbatasan informasi dan komunikasi, hambatan internal dari penduduk rentan, serta kurangnya dukungan masyarakat.
“Untuk itu, solusi yang ditawarkan adalah pendataan dan perekaman penduduk rentan melalui pelayanan jemput bola, sesuai dengan Permendagri No. 19 tahun 2018 dan No. 96 tahun 2019,” imbuhnya.
Plt. Kepala Disdukcapil PMK PBD Nikolas Asmuruf menjelaskan Bimtek yang dilaksanakan terkait materi dan kendala yang dihadapi Dukcapil saat pendataan penduduk yang ada pada lima kabupaten dan satu kota di wilayah provinsi tersebut.
“Kami harapkan sisa beberapa minggu kedepan akan terkumpul data jumlah penduduk yang sudah valid dan akurat,” pungkasnya.
ZAN






























