Menjejak Manfaat YBM PLN: Cegah Stunting dan Anugrahi Guru Mengaji di Sorong

PLN Menjejak Manfaat YBM PLN di Sorong
Yayasan Baitul Maal PLN menggelar kegiatan bertajuk Menjejak Manfaat dengan memberikan bantuan program pencegahan stunting sebanyak 50 paket dan bantuan kepada guru mengaji 20 orang bertempat di aula IAIN Sorong, Provinsi Papua Barat Daya, Sabtu (10/1/2026) / Foto : KENN

Koreri.com, Sorong – Dalam rangka mendukung program pemerintah dalam mencegah stunting dan memberikan anugerah kepada para guru mengaji di Kota dan Kabupaten Sorong, Yayasan Baitul Maal (YBM) PT PLN (Persero) menggelar kegiatan bertajuk “Menjejak Manfaat”.

Sebanyak 70 orang penerima manfaat program YBM PLN ini masing-masing untuk pencegahan stunting sebanyak 50 paket dan bantuan kepada guru mengaji 20 orang

Menjejak Manfaat YBM PLN ini berlangsung di aula Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sorong, Provinsi Papua Barat Daya, Sabtu (10/1/2026).

Kegiatan ini menjadi bagian dari implementasi program sosial berbasis dana zakat, infak, dan sedekah pegawai PLN yang dikelola secara terarah dan berkelanjutan.

Sekretaris Wilayah YBM PLN se-Papua Solihin menjelaskan bahwa seluruh program ini bersumber dari dana zakat pegawai PLN dan disalurkan melalui lima pilar utama meliputi bidang pendidikan, ekonomi, kesehatan, sosial dan dakwah, serta program Berbagi Cahaya.

Dijelaskannya bahwa program ini bersifat rutin, namun untuk pelaksanaannya di lapangan disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat di masing-masing wilayah.

Untuk pilar kesehatan, salah satu fokus utama yaitu pencegahan stunting. Program ini merupakan program berkelanjutan yang sudah terstruktur dalam pilar YBM.

“Terkait sasaran program, kegiatan ini tidak hanya dilaksanakan di satu lokasi saja. Kami dari pengurus wilayah se-Papua berharap seluruh wilayah di Papua dapat tersentuh oleh program-program YBM. Tidak hanya program pencegahan stunting, tetapi juga program lain seperti dakwah, pendidikan, serta pemberian beasiswa bagi adik-adik mulai dari jenjang SD, SMP, SMA hingga mahasiswa,” sahutnya berharap.

Solihin menegaskan pihaknya mendukung penuh program pemerintah, khusus untuk pencegahan stunting karena sejalan dengan program pemerintah menuju Generasi Emas Indonesia 2045.

“Program ini merupakan investasi jangka panjang. Ketika kebutuhan gizi anak-anak dan ibu-ibu terpenuhi dengan baik, maka itu akan menjadi modal penting untuk menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas di masa depan,” sebutnya.

Sementara Bupati Sorong melalui Staf Ahli Bidang Politik dan Hukum Mustika Baiduri mengatakan, kolaborasi YBM PLN, IAIN Sorong, dan Pemkab Sorong sebagai investasi jangka panjang dalam membangun kualitas sumber daya manusia, baik dari sisi kesehatan, kecerdasan, maupun akhlak.

Melalui sinergi ini, YBM PLN menegaskan komitmennya untuk terus memperluas jangkauan manfaat program zakat pegawai PLN, tidak hanya dalam upaya menekan angka stunting, tetapi juga dalam memperkuat pendidikan karakter dan spiritualitas masyarakat, khususnya di wilayah Papua Barat Daya.

Sedangkan Rektor IAIN Sorong, Dr. Suparto Iribaram menegaskan bahwa stunting merupakan persoalan serius yang berdampak pada kesehatan, kecerdasan, dan semangat belajar anak di masa depan.

“Ini adalah program prioritas nasional yang membutuhkan keterlibatan semua pihak. Dalam Islam pun, menjaga kesehatan ibu dan anak merupakan kewajiban,” ujarnya,

KENN