Koreri.com, Timika – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional.
Usai menerima penghargaan sebagai kabupaten dengan tingkat toleransi tinggi dari SETARA Institute, Mimika kini diusulkan menjadi tuan rumah konferensi nasional terkait toleransi beragama yang direncanakan berlangsung pada Oktober 2026 mendatang. Sungguh luar biasa !
Bupati Johannes Rettob, menyampaikan bahwa penghargaan tersebut merupakan hasil penilaian komprehensif terhadap komitmen daerah dalam menjaga kerukunan antarumat beragama.
“Ini adalah bentuk pengakuan atas upaya kita bersama dalam merawat toleransi di Mimika. Penilaian dilakukan secara berkelanjutan, dan tahun ini kita kembali mendapatkan penghargaan tersebut,” ujar Bupati Johannes Rettob dalam keterangannya di Timika, Papua Tengah, Senin (27/4/2026).
Ia menambahkan, penghargaan ini tidak hanya menjadi kebanggaan, tetapi juga amanah untuk terus menjaga harmoni sosial di tengah keberagaman masyarakat Mimika.
Bahkan, sebagai tindak lanjut, Mimika diberikan kepercayaan untuk menjadi tuan rumah konferensi nasional yang akan mempertemukan berbagai pemangku kepentingan dari seluruh Indonesia.
“Kami diberikan kesempatan untuk menjadi tuan rumah konferensi nasional terkait toleransi beragama. Ini tentu akan kami diskusikan lebih lanjut agar pelaksanaannya berjalan maksimal,” jelasnya.
Penghargaan tersebut sejatinya diterima pada 21 April 2026 di Jakarta.
Namun, Bupati dan Wakil Bupati berhalangan hadir, sehingga penerima penghargaan diwakili oleh Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Mimika.
Bupati menegaskan bahwa capaian ini merupakan hasil kerja kolektif seluruh elemen masyarakat, termasuk tokoh agama, tokoh adat, dan pemerintah daerah.
Sebelumnya, Mimika juga telah menerima penghargaan Harmoni yang mencakup aspek keberagaman yang lebih luas, seperti suku, budaya, dan kebangsaan.
“Kalau penghargaan Harmoni mencakup berbagai aspek keberagaman, maka penghargaan kali ini lebih spesifik pada toleransi beragama. Ini menunjukkan bahwa Mimika konsisten menjaga nilai-nilai kebhinekaan,” tambahnya.
Ke depan, Pemerintah Kabupaten Mimika berkomitmen untuk terus memperkuat program-program yang mendorong kerukunan dan inklusivitas, sekaligus menjadikan momentum ini sebagai langkah strategis memperkuat posisi Mimika sebagai daerah percontohan toleransi di Indonesia.
EHO
