Realisasikan Misi Bupati-Wabup Mimika, DPMPTSP Sasar Pesisir Inventarisir Pelaku Usaha

Kepala DPMPTSP Mimika Marselino Mameyau
Kepala DPMPTSP Mimika Marselino Mameyau / Foto : Ist

Koreri.com, Timika – Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Mimika bergerak cepat melakukan pengawasan terhadap aktivitas ekonomi masyarakat di wilayah itu.

Terbaru, dinas yang mengurusi soal perijinan ini resmi memulai agenda pendataan tempat usaha di wilayah pesisir.

Kegiatan pengawasan dan pengendalian ini dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, terhitung sejak Selasa (5/5/2026) hingga Kamis (7/5/2026).

Kepala DPMPTSP Kabupaten Mimika, Marselino Mameyau, menjelaskan bahwa langkah ini merupakan bentuk sinkronisasi data lapangan terhadap aktivitas ekonomi masyarakat di pesisir Mimika.

“Pergi untuk melihat apa itu mereka yang usaha-usaha di sana, pengendalian. Seperti yang kemarin turun di Koprapoka itu, sama. Kegiatan sama, tapi sekarang kita ke pesisir. Ke pesisir ini kan sesuai misinya Pak Bupati dan Wakil Bupati, jadi kami dari dinas DPMPTSP mulai hari ini turun,” ujarnya, Selasa pagi.

Dalam prosesnya, tim akan melakukan inventarisasi terhadap pelaku usaha yang belum mengantongi izin resmi untuk kemudian ditindaklanjuti oleh bidang terkait.

“Misalnya kalau memang teman-teman pengusaha ini mereka belum punya izin, pasti kita catat. Kita catat terus bawa naik masalahnya, kita sampaikan di bagian perizinan. Bagian perizinan olah lagi dan tentukan hari, tanggal untuk kembali lagi ke Kokonao. Jadi nanti bidang pelayanan perizinan mereka turun di dua titik: Distrik Mimika Barat di Kokonao dan Distrik Mimika Tengah di Atuka,” tambah Marselino.

Dinas menekankan bahwa pendekatan yang dilakukan saat ini bersifat persuasif dan administratif. Fokus utama adalah membantu pelaku usaha melengkapi legalitas mereka secara langsung di lokasi pada kunjungan berikutnya.

“Mereka punya beda kegiatan karena mereka terkait dengan izin-izin. Dan dua lokasi ini penataannya agak banyak toh, terus ada beberapa kios-kios lagi, pasti mereka tidak punya izin. Nah, nanti mereka ini turun minggu depan, bisa langsung buatkan mereka punya izin di tempat,” jelasnya lagi.

Menanggapi kemungkinan adanya sanksi bagi pelaku usaha yang melanggar, Marselino menegaskan bahwa pemerintah saat ini lebih mengedepankan pembinaan ketimbang sanksi, mengingat adanya dinamika pertumbuhan usaha baru yang cukup pesat sejak beberapa tahun terakhir.

“Saya pikir tidak ada sanksi karena ini baru pertama kali turun melakukan pengecekan. Pendataan berarti ya, karena Dinas Perizinan ini dia berdiri baru sekali mereka (turun), tapi itu berapa tahun lalu. Sekitar tahun 2023. Ini ada berturut-turut karena kios-kios ini kan berkembang tiap tahun pasti ada yang baru. Jadi ketika bidang pengawasan yang sekarang ini pengawasan dulu, ada atau tidak ada izin. Tunggu minggu berikutnya nanti tim datang untuk menerbitkan izin,” tegasnya.

Skema kerja tim dibagi menjadi dua tahap, yakni pendataan oleh tim pengawasan yang diikuti dengan eksekusi penerbitan izin oleh tim pelayanan.

“Jadi yang sebentar turun ini adalah tim pengendalian dan pengawasan data. Kita turun untuk melihat dan mengawasi di bawah, misalnya yang tidak ada izin-izin didata. Kemudian naik, diserahkan ke bidang pelayanan perizinan untuk diolah. Baru menentukan hari dan tanggal untuk turun kembali, itu baru bisa diterbitkan izin di tempat,” papar Marselino.

Untuk tahap awal, sebanyak 12 personel diterjunkan khusus menyisir wilayah Kokonao. Marselino mengakui tantangan geografis dan cuaca menjadi faktor utama dalam penentuan jadwal pelayanan ke distrik lainnya.

“Yang sekarang tiga hari untuk Distrik Mimika Barat saja, yaitu Kampung Kokonao. Satu bidang dengan tenaga sekitar 12 orang. Ini pasti mereka tidak punya izin-izin, usaha di pesisir ini. Memang dari semua distrik: Potowaiburu (Mimika Barat Jauh), kemudian Mimika Barat Tengah, kemudian Amar, Kokonao sudah nanti. Tiga distrik yang sebelah Mimika Barat ini kita nanti jadwalkan lagi pada saat cuaca laut teduh,” ungkapnya.

Pemerintah Kabupaten Mimika menargetkan seluruh distrik di pesisir barat hingga timur dapat terjangkau sebelum akhir tahun 2026, menyesuaikan dengan kondisi gelombang laut demi keamanan tim di lapangan.

“Daerah Mimika Timur Jauh juga pasti, tapi ini masih cuaca laut belum terlalu bagus. Berarti tahun ini ditargetkan bisa selesai untuk empat distrik: Potowaiburu, Mimika Barat Jauh, Mimika Barat Tengah, dan Amar. Yang sekarang kan Kokonao kami ambil. Sekitar Oktober pas musim-musim teduh baru jalan. Tahun ini ditargetkan pasti selesai. Kalau memungkinkan, Mimika Timur Jauh juga kami pergi lagi,” pungkasnya.

TIM

Exit mobile version