Risakotta: Lembaga Pelatihan Harus Bertransformasi Hadapi Perubahan Dunia Kerja

Steven Izaac Risakotta GOLKARI

Koreri.com, Jakarta — Perubahan dunia kerja yang berlangsung cepat akibat perkembangan teknologi dan digitalisasi menuntut lembaga pendidikan nonformal untuk ikut bertransformasi.

Hal itu disampaikan Ketua DPP Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia sekaligus Ketua PP Angkatan Muda Partai Golkar, Steven Izaac Risakotta.

Menurut Steven, lembaga kursus dan pelatihan tidak lagi bisa bertahan dengan metode lama jika ingin tetap relevan dalam mencetak tenaga kerja yang siap bersaing di era modern.

“Dunia kerja terus berubah dengan sangat cepat. Karena itu, lembaga kursus dan pelatihan tidak bisa hanya bertahan pada pola lama, tetapi harus mampu menyesuaikan diri dengan kebutuhan industri dan perkembangan teknologi saat ini,” kata Steven dalam keterangannya, Selasa (12/5/2026).

Ia menilai kebutuhan industri saat ini tidak hanya menuntut kemampuan akademik, tetapi juga keterampilan praktis yang sesuai dengan perkembangan zaman, mulai dari kemampuan digital, kreativitas, teknologi, hingga keterampilan teknis lapangan kerja.

Menurut Risakotta, penguatan kualitas sumber daya manusia harus dimulai melalui sistem pendidikan dan pelatihan yang mampu menjawab kebutuhan riil pasar kerja nasional maupun global.

“Keterampilan digital, kreatif, teknologi, hingga kemampuan praktis yang relevan dengan kebutuhan lapangan kerja harus mulai diperkuat agar generasi muda memiliki daya saing yang lebih tinggi,” ujarnya.

Risakotta menegaskan bahwa generasi muda Indonesia harus dipersiapkan menjadi SDM yang adaptif dan produktif agar mampu menghadapi tantangan ekonomi masa depan yang semakin kompetitif.

Karena itu, ia mendorong lembaga pelatihan kerja, kursus keterampilan, hingga organisasi kepemudaan untuk terus berinovasi dalam menciptakan program pendidikan berbasis kebutuhan industri.

“Pendidikan dan pelatihan harus menjadi solusi nyata untuk menyiapkan SDM yang adaptif, produktif, dan siap menghadapi masa depan,” tegas Risakotta.

Ia juga menilai kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan lembaga pendidikan menjadi faktor penting untuk menciptakan ekosistem pengembangan SDM yang kuat di Indonesia.

Dengan transformasi pendidikan dan pelatihan yang tepat, Steven optimistis generasi muda Indonesia mampu bersaing di tengah perubahan global dan menjadi kekuatan utama menuju Indonesia maju.

JFL