Koreri.com, Jakarta – PT PLN (Persero) berhasil mencatatkan kinerja positif sepanjang tahun 2025 dengan membukukan pendapatan sebesar Rp582,68 triliun. Angka ini tumbuh 6,84 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai Rp545,38 triliun, di tengah dinamika ekonomi global dan berbagai bencana alam yang terjadi.
Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menyampaikan bahwa capaian tersebut tidak lepas dari peran pemerintah dalam menjaga stabilitas ekonomi dan energi nasional.
“Capaian ini merupakan wujud keberhasilan pemerintah dalam menjaga stabilitas ekonomi dan energi nasional di tengah dinamika global. Stabilitas ini menjadi fondasi penting bagi PLN untuk terus menjaga kinerja perusahaan sekaligus memastikan kebutuhan listrik masyarakat dan dunia usaha terpenuhi secara andal,” ujar Darmawan dalam keterangannya sebagaimana dilansir dari Antara, Rabu (20/5/2026).
Kinerja positif ini didorong oleh pertumbuhan penjualan tenaga listrik serta percepatan penyambungan pelanggan di berbagai wilayah Indonesia. Hal tersebut sejalan dengan program pemerataan ekonomi yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto melalui Asta Cita, khususnya dalam memperluas akses energi bagi masyarakat.
Sepanjang 2025, penjualan tenaga listrik PLN tercatat mencapai 317,69 terawatt hour (TWh), meningkat 3,75 persen dibandingkan tahun sebelumnya sebesar 306,21 TWh. Sementara itu, daya tersambung pelanggan juga tumbuh 5,82 persen menjadi 192.621 megavolt ampere (MVA).
Tak hanya itu, jumlah pelanggan PLN turut mengalami peningkatan signifikan. Sepanjang tahun 2025, pelanggan bertambah 3,3 juta menjadi total 96,2 juta pelanggan. Peningkatan ini turut mendorong pendapatan dari penyambungan pelanggan yang mencapai Rp2,24 triliun, atau naik 28,4 persen dibandingkan tahun 2024.
Menurut Darmawan, pertumbuhan ini menjadi indikator meningkatnya aktivitas ekonomi masyarakat dan dunia usaha, sekaligus mencerminkan semakin luasnya akses listrik hingga ke pelosok negeri.
Program Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) juga berperan penting dalam memperluas jangkauan listrik, terutama bagi masyarakat di daerah terpencil.
“Ketersediaan akses listrik sampai pelosok menjadi bagian penting dalam mendukung pemerataan pembangunan dan pertumbuhan ekonomi nasional. Pemerintah bersama PLN terus memastikan masyarakat dapat memperoleh akses listrik, sehingga tidak ada lagi yang tertinggal dalam kegelapan,” jelasnya.
Di sisi keuangan, PLN tetap mampu menjaga kinerja yang solid dengan membukukan laba bersih sebesar Rp7,26 triliun. Capaian ini diraih meskipun perusahaan menghadapi tekanan dari fluktuasi nilai tukar global yang menyebabkan rugi selisih kurs sebesar Rp12,46 triliun.
“Di tengah tekanan kondisi global, PLN tetap mampu membukukan laba bersih. Ini menunjukkan ketahanan dan transformasi yang terus kami lakukan berjalan efektif,” tambah Darmawan.
Ke depan, PLN berkomitmen untuk terus memperkuat transformasi perusahaan, meningkatkan kualitas layanan, serta memperluas akses listrik sebagai bagian dari upaya mendukung pertumbuhan ekonomi nasional yang inklusif dan berkelanjutan.
ANT
