Fokus  

Dukung Program Pemerintah, PTFI Ikut Perkuat Penanganan Malaria di Mimika

PPTFI dukung Penanganan Malaria
Perwakilan PT Freeport Indonesia, Natalis Edowai saat menyampaikan sambutan / Foto: Dok Pribadi

Koreri.com, Timika – Upaya pengendalian malaria di Kabupaten Mimika terus diperkuat melalui sosialisasi Indoor Residual Spraying (IRS) atau penyemprotan residu dalam ruangan yang digelar di Kelurahan Koperapoka, Distrik Mimika Baru, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, Kamis (4/6/2026).

Kegiatan ini merupakan bagian dari program pemerintah melalui puskesmas, yang berkolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk PT Freeport Indonesia (PTFI), Perhimpunan Dokter Ahli Penyakit Dalam (Perdakhi), serta kader malaria kampung dan 13 ketua RT Se-Kelurahan Koperapoka.

Perwakilan PT Freeport Indonesia, Natalis Edowai, mengatakan bahwa sosialisasi ini menjadi langkah strategis dalam meningkatkan partisipasi masyarakat, khususnya di wilayah endemis malaria.

“Kolaborasi antara kelurahan, puskesmas, dan para pemangku kepentingan sangat penting. Ketua RT menjadi ujung tombak karena paling dekat dengan masyarakat, sehingga diharapkan mampu mengedukasi warga terkait pentingnya program IRS,” ujar Natalis Edowai dalam keterangannya kepada koreri.com di Timika.

Ia menjelaskan, IRS merupakan metode penyemprotan insektisida pada dinding bagian dalam rumah untuk membunuh nyamuk pembawa malaria.

Pose bersama / Foto : Dok Pribadi

Program ini dinilai efektif dalam menekan penyebaran penyakit, namun masih menghadapi tantangan di lapangan.

“Berdasarkan pengalaman tahap sebelumnya, masih ada warga yang menolak rumahnya disemprot. Karena itu, melalui sosialisasi ini kami mendorong peran aktif ketua RT untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat agar mendukung program ini,” jelasnya.

Selain edukasi, kegiatan ini juga menekankan pentingnya surveilans aktif, di mana warga diimbau segera melaporkan gejala demam atau indikasi malaria ke fasilitas kesehatan dalam waktu 1×24 jam.

Natalis menegaskan bahwa PT Freeport Indonesia hadir sebagai mitra yang mendukung program pemerintah, bukan sebagai pelaksana utama.

“Pemerintah tetap menjadi garda terdepan dalam pelayanan kesehatan masyarakat. Perusahaan hadir untuk mendukung dan memperkuat upaya yang sudah berjalan,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia mengajak masyarakat untuk turut berpartisipasi dalam menjaga kebersihan lingkungan sebagai langkah pencegahan malaria.

“Partisipasi masyarakat sangat penting, termasuk dalam menjaga lingkungan agar tidak menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk,” tambahnya.

Melalui sinergi antara pemerintah, perusahaan, dan masyarakat, diharapkan program pengendalian malaria di Mimika dapat berjalan lebih optimal dan berkelanjutan.

EHO

Exit mobile version