YPMAK-Pemkab Mimika Teken MoU, Perkuat Pembangunan Berbasis Masyarakat

YPMAK Pemkab Mimika Teken MoU
Pemkab Mimika saat menandatangani nota kesepahaman (MoU) strategis bersama Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK) di Jakarta, Rabu (17/6/2026) / Foto : EHO

Koreri.com, Jakarta – Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK) bersama PT Freeport Indonesia (PTFI) resmi menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika di Jakarta, Rabu (17/6/2026).

Kerjasama ini menegaskan komitmen bersama dalam mendorong pembangunan berkelanjutan di Mimika, dengan fokus pada peningkatan kualitas hidup masyarakat asli Papua.

Salah satu poin utama dalam kesepakatan tersebut adalah kerja sama antara Pemkab Mimika dan YPMAK mencakup bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi, pengembangan sumber daya manusia (SDM) serta infrastruktur.

Direktur Utama YPMAK Leonardus Tumuka, menjelaskan bahwa lembaganya selama ini dipercaya mengelola dana kemitraan dari PTFI sebesar 1 persen untuk mendukung program pemberdayaan masyarakat.

Menurutnya, penguatan kolaborasi melalui MoU ini menjadi langkah penting untuk mempercepat dampak program yang telah berjalan terutama di tiga sektor utama yaitu pendidikan, kesehatan dan ekonomi.

Direktur Utama YPMAK Leonardus Tumuka (kiri) saat menyampaikan pernyataan pers / Foto : EHO

“Selama ini program-program YPMAK sudah berjalan, tetapi ke depan diperlukan kolaborasi yang lebih intensif agar manfaatnya bisa dirasakan lebih luas oleh masyarakat,” ujar Leonardus.

Ia menuturkan, YPMAK telah menyalurkan berbagai program strategis, termasuk pembiayaan pendidikan bagi lebih dari 4.000 penerima beasiswa baik di dalam negeri maupun luar negeri.

Selain itu, YPMAK juga menyediakan fasilitas pendukung seperti asrama serta menjalin kemitraan dengan berbagai institusi pendidikan yang telah berlangsung lebih dari 20 tahun.

Di sektor kesehatan, YPMAK turut mendukung layanan melalui rumah sakit mitra yang berfokus pada pelayanan masyarakat asli, khususnya di wilayah pegunungan dan pesisir Mimika.

Leonardus berharap, sinergi antara pemerintah daerah, dunia usaha, dan lembaga masyarakat ini dapat mempercepat pembangunan yang lebih inklusif dan berkeadilan.

“Tujuan akhirnya adalah meningkatkan kualitas hidup masyarakat, terutama dalam akses pendidikan, layanan kesehatan, dan penguatan ekonomi lokal,” pungkasnya.

EHO

Exit mobile version