Fokus  

Amankan Bandara-Jalan Raya, BWS Maluku Normalisasi Sungai Waisakula

BWS Maluku Abdul Hamid Muchlis Luamaela
Kepala Satuan Kerja OP SDA BWS Maluku, Abdul Hamid Muchlis Luamaela / Foto : Ist

Koreri.com, Ambon – Balai Wilayah Sungai (BWS) Maluku melalui Satuan Kerja Operasi dan Pemeliharaan Sumber Daya Air (OP SDA) terus melakukan upaya pengamanan infrastruktur strategis melalui kegiatan normalisasi Sungai Waisakula yang berada di sekitar kawasan bandara.

Kepala Satuan Kerja OP SDA BWS Maluku, Abdul Hamid Muchlis Luamaela, mengatakan langkah tersebut dilakukan sebagai respons atas laporan pihak bandara terkait ancaman pergeseran alur sungai yang berpotensi membahayakan infrastruktur bandara dan akses transportasi masyarakat.

Menurutnya, aliran Sungai Waisakula yang melintasi kawasan bandara mengalami perubahan alur yang berisiko menggerus tanggul pengaman yang telah dibangun sebelumnya. Untuk mengantisipasi kondisi tersebut, pihaknya melakukan pengalihan alur sungai ke arah tepi bukit yang kemudian diperkuat melalui pekerjaan pengerasan tebing.

“Kami melakukan normalisasi sungai untuk mengamankan kawasan bandara dan mencegah dampak yang lebih besar akibat pergeseran aliran sungai,” ujar Abdul Hamid kepada media ini di Ambon, Senin (15/6/2026).

Selain mengancam kawasan bandara, kondisi sungai juga berpotensi membahayakan jalan raya yang berada sekitar lima meter dari badan sungai. Jika tidak segera ditangani, gerusan sungai dikhawatirkan dapat merusak akses jalan utama yang digunakan masyarakat dari beberapa desa menuju pusat kota.

Menindaklanjuti laporan yang diterima, tim BWS Maluku telah melakukan survei lapangan pada pekan lalu sebelum memulai pekerjaan normalisasi. Saat ini, pekerjaan telah berlangsung selama tiga hari dan ditargetkan selesai dalam waktu dekat.

“Penanganan yang dilakukan mencakup pengamanan tebing sungai sepanjang kurang lebih 300 meter. Insya Allah pekerjaan ini dapat segera diselesaikan sesuai target,” katanya.

Abdul Hamid berharap pembangunan tanggul dan normalisasi sungai tersebut dapat memberikan perlindungan jangka panjang terhadap infrastruktur vital di wilayah tersebut.

“Dengan adanya tanggul pengaman ini, masyarakat yang melintasi jalur utama menuju kota dapat beraktivitas dengan aman dan nyaman. Di sisi lain, operasional bandara juga dapat berjalan lancar tanpa gangguan akibat abrasi maupun ancaman banjir sungai,” pungkasnya.

JFL

Exit mobile version