Koreri.com – Konon cerita bermula monopoli kewenangan.
Semenjak bergulirnya penyerahan LHP BPK pada hari senin tanggal 22 Juni 2026 desas desus pembahasan muncul dan tenggelam, semua bungkam seolah tak ada arti apa-apa.
Lalu suara-suara barisan Kiri mulai muncul mepertanyakan apakah agenda ini seremonial belaka ataukah hiden agenda mengaburkan temuan-temuan?
Sangking berisiknya barisan kiri, lalu muncullah surat cinta permintaan Nama anggota sebagai perwakilan untuk agenda tersebut.
Wacana bergulirnya rapat bamus mengubah semua struktur agenda kedewanan dimana pembahasan LHP BPK sudah memiliki waktu kadaluarsa hingga di rapat terakhir internal.
Agenda ini seolah hilang namun barisan kiri tetap bersuara, sementara yang lainnya bungkam seolah tangan dan mulut terikat.
Demi tranparansi publik masing masing fraksi sebelumnya mengirim nama anggota. Namun aneh bin ajaib, tanpa Rapat dan Musyawarah, Struktur Pansus Langsung ditentukan pimpinan.
Melihat kondisi batas waktu kadaluarsa, beberapa fraksi menginginkan pembahasan melalui Komisi-komisi yang tidak mengikat jangka waktu pembahasannya.
Dimana dalam Tatib disebutkan bahwa pembahasan LHP BPK dibahas oleh DPR dengan durasi waktu hanya 1 minggu setelah dokumen LHP BPK diterima.
Dengan demikian fraksi-fraksi menarik diri dalam agenda tersebut dan meminta pimpinan membatalkan Pansus dan LHP BPK dibahas oleh Komisi.
Lalu hari ini muncul pahlawan-pahlawan kecil seolah pembahasan LHP BPK adalah tugas mulia yang harus diselesaikan dan menganggap lainnya yang menarik diri adalah barisan para pecundang yang tidak ingin mengurus rakyat yang mengedepankan kepentingan pribadi.
Padahal Fakta membuktikan barisan kiri adalah mereka yang menginginkan agenda harus jalan sesuai aturan yang berlaku.
Sejauh mata memandang dan hati kecil yang mencari keadilan pengelolaan lembaga yang transformative, barisan kiri selalu memberikan kritik konstruktif bahwa lembaga ini bukan milik satu orang dan lainnya hanya bunga bunga ibarat seekor sapi yang hidung terikat dimana saja ditarik disitu dia berada tunduk dan patuh.
Salam Victory💔💔💔
Penulis :
Legislator PBD
