PKK Ambon Luncurkan Rintisan Rumah Dilan, Dampingi Anak Jalanan-Putus Sekolah

Lisa Wattimena Rintisan Rumah Dilan

Koreri.com, Ambon – Tim Penggerak (TP) PKK Kota Ambon melalui Pokja II resmi meluncurkan Program Rintisan Rumah Dilan sebagai langkah nyata mendampingi anak jalanan dan anak putus sekolah di Kota Ambon, Jumat (31/7/2026).

Program ini menjadi ruang pembinaan yang dirancang untuk memberikan pendampingan, pendidikan nonformal, penguatan karakter, serta motivasi bagi anak-anak yang membutuhkan perhatian khusus agar kembali memiliki harapan untuk meraih masa depan yang lebih baik.

Dalam kegiatan tersebut, Ketua TP PKK Kota Ambon, Lisa M. Wattimena, turut berbagi kasih bersama anak jalanan dan anak putus sekolah sebagai bentuk kepedulian terhadap masa depan generasi muda Kota Ambon.

Menurut Lisa, setiap anak memiliki hak yang sama untuk memperoleh pendidikan, kasih sayang, dan kesempatan berkembang tanpa memandang latar belakang sosial maupun ekonomi.

“Rintisan Rumah Dilan merupakan bentuk kepedulian kami kepada anak-anak jalanan dan anak putus sekolah. Kami ingin mereka memiliki tempat yang aman untuk belajar, bertumbuh, dan mempersiapkan masa depan yang lebih baik,” ujar Lisa Wattimena.

Ia menambahkan, keberhasilan program tersebut tidak dapat diwujudkan hanya oleh TP PKK semata, tetapi membutuhkan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah, dunia pendidikan, komunitas sosial, hingga masyarakat.

Menurutnya, sinergi yang kuat akan menjadi kunci dalam menghadirkan solusi nyata bagi anak-anak yang rentan, sehingga mereka dapat kembali memiliki semangat belajar dan percaya diri untuk menggapai cita-cita.

Melalui Rintisan Rumah Dilan, TP PKK Kota Ambon berharap dapat menciptakan lingkungan yang lebih inklusif dan ramah anak, sekaligus melahirkan generasi muda yang mandiri, berkarakter, serta mampu menjadi bagian penting dalam pembangunan Kota Ambon.

Program ini juga menjadi bukti komitmen TP PKK Kota Ambon dalam memperkuat perlindungan dan pemberdayaan anak melalui pendekatan yang humanis, edukatif, dan berkelanjutan.

JFL

Exit mobile version