Koreri.com, Timika – Anggota DPRK Mimika dari Komisi III Daerah Pemilihan (Dapil) 6, Hj. Rampeani Rachman berjanji akan mengawal dan menindaklanjuti seluruh aspirasi Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) Pelabuhan Pomako yang disampaikan dalam aksi damai di Kantor Dewan setempat, Kamis (13/8/2026).
Dalam pertemuan tersebut, para buruh menyampaikan 20 poin tuntutan yang berkaitan dengan pembayaran upah, jaminan BPJS Ketenagakerjaan, keselamatan kerja, kondisi Pelabuhan Pomako hingga pengelolaan koperasi.
Rampeani mengaku prihatin setelah mendengar langsung berbagai persoalan yang selama ini dialami para buruh TKBM. Ia bahkan menyebut keluhan tersebut sebagai tamparan keras bagi dirinya sebagai wakil rakyat.
“Saya mau menangis. Tangisan tadi, generasi penerus TKBM di depan saya. Ini tamparan keras buat saya sebagai perwakilan. TKBM sudah menderita selama 35 tahun,” akuinya.
Menurut Rampeani, TKBM memiliki peran penting dalam menggerakkan perekonomian Kabupaten Mimika. Para buruh tetap bekerja dalam berbagai kondisi untuk memastikan aktivitas bongkar muat dan distribusi barang di Pelabuhan Pomako berjalan.
Ia secara khusus menyoroti keluhan mengenai mekanisme pembayaran upah yang disebut harus ditunggu hingga dini hari.
“Yang disampaikan kepada saya, setiap pembayaran harus di pinggir jalan, tunggu sampai jam tiga subuh. Itu dibayar hanya Rp200 ribu. Ini pembunuhan,” tegasnya.
Rampeani menegaskan DPRK Mimika tidak akan tinggal diam. Ia memastikan seluruh pihak yang berkaitan dengan persoalan TKBM akan dipanggil melalui mekanisme kelembagaan untuk mencari jalan keluar.
“Saya berjanji di hadapan kalian. Saya tidak akan pernah tersita dengan nasib kalian sampai dengan saat ini. Semua yang pernah menyiksa kalian, kami akan panggil secara kelembagaan,” janjinya.
Rampeani menyebut pengurus koperasi, pihak ekspedisi dan pihak-pihak terkait lainnya akan dipanggil untuk duduk bersama membahas persoalan tersebut.
“Pengurus koperasi akan kami panggil. Yang terkait semua di sana supaya kita cari solusi, bukan cari masalah,” cetusnya.
Selain upah, persoalan BPJS Ketenagakerjaan juga menjadi perhatian Rampeani. Ia meminta adanya penjelasan apabila benar terdapat pemotongan dari upah buruh untuk pembayaran BPJS, namun iuran tersebut tidak disetorkan.
“BPJS sudah menerima dari kalian, tapi tidak dibayarkan kepada BPJS. Luar biasa ini. Apa yang menjadi harapan kalian, itu tugas kami. Nanti kami akan bersurat,” ujarnya.
Rampeani juga menilai kondisi Pelabuhan Pomako perlu mendapat perhatian serius, termasuk aspek fasilitas, keamanan dan wajah kawasan pelabuhan.
“Saya baca ada perbaikan Pelabuhan Pomako. Pelabuhan perlu perbaikan, wajahnya perlu perbaikan, keamanannya perlu perbaikan. Semua aspirasi kalian menyelamatkan Pelabuhan Pomako,” katanya.
Rampeani mengapresiasi keberanian para buruh yang datang langsung ke DPRK Mimika dan menyampaikan aspirasi secara damai. Ia juga mengaku mengetahui adanya kekhawatiran sejumlah TKBM terkait dugaan ancaman kehilangan pekerjaan jika mengikuti aksi.
“Kalian sudah mewakili ratusan TKBM yang hari ini saja mereka tahu, mereka diancam dengan kalau kau pergi demo, kau tidak akan dapat lagi pekerjaan. Betul tidak?” ujarnya.
Ia menegaskan para buruh memiliki hak untuk menyampaikan aspirasi dan memperjuangkan kesejahteraan mereka.
“Kalian hidup di posisi rakyat. Itulah hak-hak kalian. Saya tahu ancaman-ancaman yang tadi malam. Saya tahu semuanya,” tegasnya.
Sebagai anggota Komisi III DPRK Mimika, Rampeani memastikan aspirasi tersebut akan dibawa ke ruang DPRK untuk dibahas lebih lanjut bersama para buruh dan pihak terkait.
“Kami akan panggil kalian. Nanti kita akan duduk di ruang DPR,” sambungnya.
Meski demikian, Rampeani meminta para buruh tetap menjaga keamanan dan tidak melakukan tindakan anarkis dalam menyampaikan aspirasi.
“Satu pesan saya, jangan mabuk-mabuk. Jaga kesehatan dalam pekerjaan. Jaga keamanan, jangan anarkis,” pesannya.
Di akhir penyampaiannya, Rampeani menyampaikan apresiasi kepada TKBM yang telah berani membuka berbagai persoalan yang selama ini mereka hadapi serta kepada aparat keamanan yang mengawal aksi hingga berjalan damai.
“Atas nama pemerintah daerah dan DPRK Mimika, saya mengucapkan terima kasih atas kedatangan kalian yang sudah luar biasa berani. Walaupun ada ancaman-ancaman dari pihak-pihak tertentu, kalian mampu membongkar persoalan-persoalan yang selama ini memecah kalian,” pungkasnya.
NUEL
