Koreri.com, Timika – Kepala Distrik (Kadistrik) Mimika Baru Merlyn Temorubun mengeluarkan imbauan kepada seluruh warga untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap ketersediaan air bersih menyusul meningkatnya keluhan masyarakat dalam beberapa hari terakhir.
Imbauan tersebut disampaikan pada Rabu (26/8/2026) setelah muncul laporan mengenai debit air sumur warga yang mulai berkurang, bahkan sebagian sumur dilaporkan telah mengering. Keluhan serupa juga ramai disampaikan masyarakat melalui media sosial.
Kadistrik Merlyn menegaskan, kondisi tersebut perlu menjadi perhatian bersama dan langkah antisipasi harus dilakukan sejak dini.
Menurutnya, masyarakat tidak perlu menunggu hingga persoalan air berkembang menjadi krisis baru kemudian mengambil tindakan.
“Kita tidak perlu menunggu keadaan menjadi krisis untuk mulai bergerak. Bergerak bersama,” tegas Merlyn.
Ia mengajak masyarakat untuk mulai melakukan penghematan air dari rumah masing-masing. Air yang tersedia diharapkan digunakan secara bijak dan hanya untuk kebutuhan yang benar-benar diperlukan.
Adapun sejumlah langkah yang diimbau kepada masyarakat, antara lain:
Menghemat penggunaan air dan menggunakannya sesuai kebutuhan.
Menyimpan cadangan air bagi warga yang memiliki tandon atau wadah penampungan.
Menampung air hujan setiap kali turun hujan untuk kebutuhan non-konsumsi.
Memeriksa kondisi sumur secara berkala tanpa menunggu hingga benar-benar kering.
Saling membantu dengan tetangga yang mengalami kesulitan mendapatkan air.
Selain mengimbau masyarakat, Kadistrik juga meminta seluruh Ketua RT dan RW untuk segera melakukan pemantauan di wilayah masing-masing. RT/RW diminta mencatat warga yang sumurnya telah mengering maupun yang mengalami penurunan debit air. Mereka juga diminta mengidentifikasi keberadaan sumur dalam serta sumber-sumber air yang masih tersedia di wilayah masing-masing.
Sementara itu, Lurah dan Kepala Kampung diminta mengumpulkan seluruh laporan dari RT/RW dan segera menyampaikannya kepada pihak Distrik Mimika Baru sebagai bahan pemetaan kondisi ketersediaan air di wilayah tersebut.
Merlyn berharap langkah bersama antara pemerintah distrik, kelurahan, kampung, RT/RW dan masyarakat dapat dilakukan sejak awal sehingga persoalan berkurangnya ketersediaan air dapat diantisipasi dan tidak berkembang menjadi kondisi yang lebih serius.
“Kita tidak perlu menunggu keadaan menjadi krisis untuk mulai bergerak. Bergerak bersama,” pungkasnya.
NUEL
