Koreri.com, Sorong – Kepolisian Sektor (Polsek) Sorong Barat bergerak cepat menindaklanjuti laporan kejadian kebakaran di Jalan Puncak Arfak, kelurahan Klabala, Kota Sorong, Papua Barat Daya (PBD), Jumat (28/8/2026).
Polisi mendatangani lokasi kejadian dan melakukan pendataan serta meminta keterangan dari penghuni rumah.
Kebakaran dilaporkan terjadi sekitar pukul 00.05 WIT, Jumat (28/8/2026) dini hari yang diduga bermula dari percikan api yang kemudian membesar.
Awalnya api terlihat diantara beberapa pohon pisang yang berada di sekitar rumah yang berada tepat di pinggir jalan. Api kemudian dengan cepat membesar karena terdapat daun pisang kering hingga merambat ke kabel-kabel di atas pohon.
Seorang saksi mata mengatakan ketika berada di dalam kios dan hendak beristirahat, ia mendengar suara percikan api. Saksi lantas bergegas keluar kios dan mendapati api sudah membesar.
Diakuinya saat keluar kios, ia melihat ada lebih dari 2 laki-laki dewasa yang sedang berdiri dan menyaksikan kobaran api mulai merambat naik.
Saksi kemudian bergegas meminta bantuan keluarga yang bertempat tinggal di sekitarnya untuk membantu memadamkan api.
Tidak lama warga lainnya hadir dan bahu membahu membantu memadamkan api. Sekitar selang 3 jam baru api berhasil dipadamkan.
Nampak juga sejumlah personel dari Polres Sorong Kota turun langsung membantu memadamkan api.
Perlu diketahui, kebakaran ini merupakan kali kedua pada area rumah yang sama pada pukul 02.00 WIT, 14 Juli 2026 dini hari lalu.
Personel Bhabinkamtibmas Polsek Sorong Barat Aipda Sandry Yusuf Rante Datu saat meninjau lokasi kebakaran mengakui setiap laporan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masuk dari masyarakat, terutama di tengah musim kering dan kondisi angin kencang akan segera direspons dengan mendatangi lokasi kejadian untuk mengetahui sumber api serta kondisi kebakaran.
“Pada prinsipnya, setiap laporan yang masuk akan segera kami tanggapi dan tindak lanjuti. Kami turun ke tempat kejadian perkara untuk melihat kondisi kebakaran dan mengetahui sumber apinya,” ujarnya.
Menurut Aipda Sandry, penanganan kebakaran membutuhkan kerja sama berbagai pihak.
Karena itu, Polsek Sorong Barat akan berkoordinasi dengan instansi terkait, termasuk Pemda dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta melibatkan masyarakat dalam upaya penanganan di lapangan.
Ia mengatakan, selama musim kering, Polsek Sorong Barat telah menerima sejumlah laporan kebakaran di beberapa kelurahan yang berada di dua distrik wilayah hukumnya.
Sejumlah lokasi tersebut memiliki lahan yang dinilai rentan dan mudah terbakar.
“Beberapa kejadian sudah kami tangani bersama Polsek, Polres, Pemerintah daerah dan masyarakat. Penanganan karhutla tidak bisa dilakukan sendiri, sehingga membutuhkan kerja sama semua pihak,” beber Aipda Sandry.
Terkait penyebab kebakaran, termasuk kemungkinan adanya unsur kesengajaan, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan.
Polsek Sorong Barat mengimbau masyarakat agar meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan selama musim kering.
Warga diminta tidak membakar sampah sembarangan, tidak membuka lahan dengan cara dibakar, serta memastikan puntung rokok telah benar-benar padam sebelum dibuang.
“Jangan membuang puntung rokok di semak-semak atau lokasi yang mudah terbakar. Apabila terjadi kebakaran, masyarakat dapat segera menghubungi layanan kepolisian 110 atau mendatangi kantor polisi terdekat,” imbaunya.
Masyarakat juga diharapkan membantu memadamkan api yang masih dapat dikendalikan.
Namun, jika kondisi kebakaran membahayakan atau sulit ditangani, warga diminta tidak memaksakan diri dan segera meminta bantuan kepada petugas.
“Kalau masyarakat ingin membuka lahan, kami imbau agar tidak dilakukan dengan cara membakar. Mari bersama-sama lebih peduli dan menjaga lingkungan, terutama di tengah musim kering seperti saat ini,” pungkasnya.
Sementara itu, Andre selaku pemilik rumah berharap Polisi dapat secepatnya mengungkap penyebab kejadian kebakaran tersebut.
“Harapan kami agar kejadian ini bisa terungkap apakah memang karena sesungguhnya hanya insiden biasa atau ada faktor lain seperti unsur kesengajaan yang memicu ini karena ini kejadian kali kedua,” harapnya.
Andre tak lupa mengapresiasi gerak cepat aparat Kepolisian yang sejak kejadian dinihari tadi turut terlibat bahu-membahu dengan warga masyarakat sekitar meski dengan peralatan seadanya hingga api berhasil dipadamkan.
ZAN
