BMKG Mimika Imbau Warga Waspadai Dampak Kekeringan hingga Kabut Asap

Ilustrasi Kabut Asap Mimika
Kondisi udara di Timika, Kabupaten Mimika yang terpantau beberapa waktu belakngan ini / Foto : EHO

Koreri.com, Timika – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Mozes Kilangin Timika mengimbau masyarakat Kabupaten Mimika meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak fenomena El Nino yang berpotensi memicu kekeringan dan penurunan kualitas udara.

Forecaster BMKG Stasiun Meteorologi Mozes Kilangin Timika, Muhammad An Nafi’, mengatakan El Nino berintensitas kuat saat ini berdampak pada penurunan intensitas hujan bulanan di wilayah Mimika. Fenomena tersebut diproyeksikan masih berlangsung hingga awal tahun depan.

“Efek El Nino yang sangat kuat ini membuat Mimika mengalami kekeringan yang lumayan, berbeda dari tahun-tahun sebelumnya,” kata Nafi’ saat ditemui, Kamis (27/8/2026).

Menurut dia, pengaruh El Nino terhadap Papua, termasuk Mimika, cenderung terasa signifikan ketika fenomena tersebut berada pada kategori kuat hingga sangat kuat.

Selain kekeringan, kondisi cuaca dalam beberapa hari terakhir juga ditandai dengan tutupan awan dan kabut, terutama pada pagi hari. Situasi tersebut diperburuk oleh keberadaan kabut asap yang menyelimuti sejumlah wilayah Mimika.

Nafi’ menjelaskan, berdasarkan pemantauan radar dan analisis arah angin BMKG, kabut asap yang terpantau di Mimika merupakan asap kiriman dari wilayah Papua Selatan.

“Angin bergerak dari arah selatan dan tenggara, membawa asap dari Papua Selatan yang mencatat hingga 311 titik panas atau hotspot,” ujarnya.

Sementara itu, titik panas yang terdeteksi di wilayah Mimika relatif terbatas dan berada di sejumlah kawasan pinggiran, antara lain Distrik Iwaka dan Hoya.

Kondisi asap yang bercampur dengan partikel kabut air pada dini hari hingga pagi hari turut menurunkan jarak pandang, termasuk di kawasan Bandara Mozes Kilangin. Visibilitas bahkan sempat turun hingga sekitar 1.500 meter.

Penurunan jarak pandang tersebut berdampak pada operasional penerbangan. Sejumlah penerbangan mengalami pembatalan pendaratan maupun pengalihan rute atau divert ke bandara lain, seperti Jayapura dan Merauke, demi memastikan keselamatan penerbangan.

BMKG memperkirakan jarak pandang di Bandara Mozes Kilangin akan membaik secara bertahap setelah pukul 10.00 WIT seiring meningkatnya suhu dan aktivitas pemanasan matahari yang membantu mengurangi konsentrasi kabut.

Menghadapi kondisi tersebut, BMKG mengingatkan masyarakat untuk menjaga kesehatan dan mengantisipasi dampak kekeringan, khususnya terhadap ketersediaan sumber air bersih.

Masyarakat juga diimbau mengikuti informasi cuaca resmi BMKG serta meningkatkan kewaspadaan terhadap perubahan kondisi cuaca dan kualitas udara selama periode El Nino berlangsung.

TIM

Exit mobile version