Pemkot Ambon Fasilitasi Keluhan Driver Maxim, Bahas Komisi hingga Tarif Layanan

Pemkot Ambon Driver
Pertemuan Pemkot Ambon bersama perwakilan komunitas pengemudi Maxim Bike & Car untuk membahas berbagai keresahan yang sebelumnya disampaikan melalui surat terbuka di media sosial bertempat di Ruang Rapat Vlissingen, Balai Kota Ambon, Rabu (26/8/2026) / Foto : Ist

Koreri.com, Ambon – Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon memfasilitasi audiensi bersama perwakilan komunitas pengemudi Maxim Bike & Car untuk membahas berbagai keresahan yang sebelumnya disampaikan melalui surat terbuka di media sosial.

Pertemuan berlangsung di Ruang Rapat Vlissingen, Balai Kota Ambon, Rabu (26/8/2026).

Audiensi tersebut mempertemukan perwakilan pengemudi Maxim, Anes Sapulette dkk dengan Wali Kota Bodewin Wattimena, Sekretaris Daerah (Sekda) Roby Sapulette, Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Yan Suitela, serta perwakilan Maxim Ambon, Veky Pesurnay.

Dalam pertemuan itu, para pengemudi menyampaikan sejumlah persoalan yang dinilai memberatkan mereka sebagai mitra perusahaan.

Beberapa di antaranya berkaitan dengan komisi, platform fee, PPN 11 persen, tarif layanan yang dinilai rendah, serta bertambahnya jumlah pengemudi baru.

Perwakilan pengemudi Maxim, Anes Sapulette, mengatakan kedatangan mereka untuk menyampaikan aspirasi para pengemudi kepada pihak manajemen perusahaan.

“Tujuan kami di sini adalah menyampaikan aspirasi dari rekan-rekan ojol lainnya, khususnya dalam hal ini yaitu driver Maxim untuk manajemen Maxim,” ujar Anes.

Wali Kota Bodewin Wattimena menjelaskan, secara kewenangan, pengaturan mengenai angkutan sewa khusus atau transportasi online berada pada Pemerintah Pusat dan Pemerintah Provinsi.

Karena itu, Pemkot Ambon tidak memiliki kewenangan langsung untuk mengatur kebijakan operasional transportasi online.

Meski demikian, Bodewin menegaskan Pemkot Ambon tidak dapat tinggal diam terhadap aspirasi yang disampaikan para pengemudi.

Menurutnya, terdapat dua alasan Pemkot memberikan perhatian terhadap persoalan tersebut. Pertama, Maxim merupakan perusahaan yang beroperasi di Kota Ambon. Kedua, para pengemudi Maxim merupakan warga Kota Ambon.

“Jadi tujuan kita melakukan rapat ini paling tidak ada perhatian Pemkot terhadap saudara-saudara pengemudi untuk bisa memfasilitasi persoalan yang saudara sampaikan itu dengan pihak penyedia jasa atau perusahaan,” jelasnya.

Pemkot Ambon selanjutnya mendorong agar aspirasi para pengemudi dapat dibicarakan secara langsung bersama pihak perusahaan, sehingga berbagai persoalan yang dikeluhkan dapat memperoleh solusi.

Audiensi tersebut sekaligus menjadi bentuk perhatian Pemkot Ambon dalam menjembatani komunikasi antara pengemudi sebagai mitra dengan pihak penyedia layanan transportasi online.

JFL

Exit mobile version