Koreri.com, Sorong – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Provinsi Papua Barat Daya (DPRP PBD) Dewan menggelar reses II Tahun 2026 di daerah pemilihannya (Dapil) akhir Agustus lalu.
Dari kegiatan reses ini, anggota Fraksi NasDem itu belanja sejumlah aspirasi mengunjungi dua Distrik di Kabupaten Tambrauw yaitu Bamusbama dan Sausapor.
Dalam kunjungan tersebut legislator muda ini belanja sejumlah aspirasi dari masyarakat yang bervariasi.
Diantaranya, kebakaran hutan yang meluas di sejumlah wilayah Kabupaten Tambrauw.
Warga melaporkan terjadi kebakaran hutan di sejumlah wilayah pesisir utara Tambrauw, mulai dari Distrik Moraid hingga Sausopor.
“Api sudah menjalar ke hutan, gunung, kebun dan dusun masyarakat. Warga sudah berupaya memadamkan, tetapi kewalahan,” kata Frengky kepada wartawan d Kota Sorong, Kamis (3/9/2026)
Menurut dia, hingga kini masyarakat masih menghadapi asap dan kobaran api yang terus merambat ke kawasan hutan dan perkebunan.
Karena itu, pemerintah provinsi melalui dinas BPBD diminta segera mengirim bantuan untuk memadamkan api dan mencegah kebakaran meluas.
Selain persoalan kebakaran hutan, Frengky menyebut masyarakat juga menyampaikan sejumlah aspirasi pembangunan. Di Kampung Bano Distrik Bamusbama, warga setempat minta pemerintah membantu pembangunan Gereja Advent yang roboh diterjang angin kencang.
Warga juga mengusulkan pembangunan rumah sosial karena sejumlah rumah dihuni tiga hingga empat keluarga akibat keterbatasan pembangunan perumahan di kampung.
Di sektor ekonomi, masyarakat meminta dukungan pemerintah melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian untuk pengadaan fasilitas penyulingan nilam sehingga hasil perkebunan dapat diolah menjadi minyak nilam dan meningkatkan pendapatan warga.
Sementara di Kampung Nanggau, masyarakat mempertanyakan tindak lanjut rencana pengembangan kampung wisata yang sebelumnya dijanjikan pemerintah provinsi.
Mereka juga mengusulkan bantuan kendaraan angkutan sekolah bagi anak-anak dari Nanggouw, Jokte, Werur dan Wamru yang harus berjalan kaki cukup jauh untuk bersekolah.
“Harapan saya, pemerintah provinsi segera melihat kondisi masyarakat di Tambrauw, terutama kebakaran hutan. Harus ada upaya secepat mungkin untuk memadamkan api dan menjaga kawasan hutan yang sampai sekarang masih terbakar,” ujar Frengky.
KENN
