Koreri.com, Timika – Bupati Johannes Rettob membeberkan sejumlah langkah yang dilakukan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika untuk menangani dampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang berasal dari wilayah Papua Selatan.
Langkah tersebut meliputi peliburan siswa, pembagian masker gratis, hingga peningkatan pelayanan kesehatan di rumah sakit dan puskesmas guna mengantisipasi gangguan kesehatan akibat paparan asap.
Johannes mengatakan, kebakaran terjadi di wilayah Papua Selatan, sehingga penanganan sumber api menjadi tanggung jawab pemerintah daerah setempat dengan dukungan instansi terkait, termasuk Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).
“Seharusnya ada koordinasi dengan BPBD untuk mengambil langkah-langkah penanganan, baik menggunakan helikopter maupun pesawat kecil. Namun, sejauh yang saya ketahui, mereka belum bisa menjangkau daerah-daerah yang terdampak asap,” kata Bupati Johannes Rettob kepada wartawan di kantor Puspem SP 3, Timika, Papua Tengah, Senin (12/10/2026).
Ia menjelaskan, penanganan karhutla menghadapi tantangan karena api tidak hanya berada di permukaan, tetapi juga berpotensi masih menyala di lapisan bawah tanah gambut.
Meski api di permukaan terlihat padam, titik api di bawah tanah masih dapat bertahan dan memicu munculnya asap dalam waktu lama.
“Di atas mungkin apinya sudah mati, tetapi di bawahnya, pada lahan gambut yang kedalamannya bisa mencapai sekitar tiga meter, masih ada titik api. Kondisinya hampir sama seperti yang terjadi di Kalimantan,” ujarnya.
Menurut Johannes, karena sumber bencana berada di luar wilayah Mimika, pemerintah daerah saat ini lebih memprioritaskan langkah perlindungan masyarakat dari dampak kabut asap.
Salah satu kebijakan yang telah diambil adalah meliburkan siswa untuk mengurangi risiko paparan asap, terutama bagi anak-anak yang rentan mengalami gangguan pernapasan.
Selain itu, Dinas Kesehatan telah membagikan masker gratis kepada masyarakat. Pemerintah Kabupaten Mimika juga menyiapkan pembagian masker melalui organisasi perangkat daerah (OPD).
“Kami sudah meliburkan anak sekolah. Dinas Kesehatan juga telah membagikan masker gratis, dan sebentar lagi seluruh OPD akan turun ke jalan untuk membagikan masker kepada masyarakat,” katanya.
Di sektor kesehatan, Johannes menyebutkan bahwa pelayanan di rumah sakit telah ditingkatkan. Sementara itu, pelayanan di puskesmas diperpanjang hingga pukul 22.00 WIT untuk mengantisipasi warga yang membutuhkan pemeriksaan dan penanganan medis akibat dampak asap.
Pemerintah Kabupaten Mimika juga terus memperhatikan perkembangan kondisi cuaca dan kualitas udara, termasuk kemungkinan terganggunya aktivitas penerbangan akibat kabut asap.
Johannes menegaskan, pemerintah daerah telah melaporkan kondisi tersebut kepada pemerintah pusat dan berharap Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) segera memperluas dukungan penanganan hingga ke wilayah Papua.
“Sekarang BNPB sudah turun tangan, tetapi baru di Kalimantan. Kami berharap BNPB juga turun ke Papua agar penanganan karhutla dan dampak asap ini bisa dilakukan secara lebih maksimal,” ujarnya.
Ia menambahkan, dampak kabut asap tidak hanya dirasakan masyarakat di wilayah sumber kebakaran, tetapi juga daerah lain yang terdampak sebaran asap. Karena itu, koordinasi lintas daerah dan dukungan pemerintah pusat dinilai penting untuk mempercepat penanganan sekaligus melindungi kesehatan masyarakat.
EHO












