Koreri.com, Sorong – Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Sorong memperketat pengawasan harga dan ketersediaan bahan pokok menyusul inflasi yang mencapai 5,47 persen, jauh di atas angka inflasi nasional sebesar 3,1 persen.
Untuk menekan inflasi tersebut, TPID menggelar rapat koordinasi di Ruang Anggrek, Lantai II kantor Wali Kota Sorong, Jumat (16/10/2026).
Rakor yang dipimpin Plt Sekda Kota Sorong Dr. Ruddi R. Laku, S.Pi., M.M dihadiri Dinas Perdagangan, Bulog, BPS, Dinas Perikanan, Bandara DEO, Dinas Ketahanan Pangan, Bappeda, BPOM, Pelindo, KSOP Klas I Sorong, SAGA Supermarket, Toko Bone Indah serta GOTA Departemen Store.
Ketua TIPD Kota Sorong Ruddi Laku, mengatakan pihaknya telah menyiapkan sejumlah langkah strategis untuk menekan inflasi, mulai dari koordinasi lintas sektor hingga pemantauan langsung harga barang di distributor dan pasar.
“Kami tidak membiarkan kondisi ini berlarut. Kami melibatkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari sektor transportasi, pemasok hingga pedagang ritel, untuk memastikan stok tetap tersedia dan mencegah kenaikan harga yang signifikan,” kata Ruddi saat memberikan keterangan pers kepada awak media
Dijelaskannya, tim pengendalian inflasi daerah telah melakukan pemantauan lapangan sejak Rabu untuk mengecek perkembangan harga di tingkat distributor maupun pasar. Pengawasan serupa akan kembali dilakukan pekan depan dengan memperluas cakupan tim dan menambah sampel pemantauan.
Berdasarkan laporan Badan Pusat Statistik (BPS), sejumlah komoditas yang berkontribusi terhadap inflasi di Kota Sorong antara lain ikan, sawi hijau, cabai rawit, serta sektor transportasi.
Ruddi menegaskan, ketersediaan stok menjadi perhatian utama agar pasokan tetap terjaga dan tidak memicu lonjakan harga yang semakin menekan inflasi.
Melalui koordinasi lintas sektor dan pengawasan berkala, TIPD berharap stabilitas pasokan dan harga kebutuhan masyarakat di Kota Sorong dapat terjaga
KENN












