Koreri.com, Sorong – Ikatan Motor Indonesia (IMI) Papua Barat Daya (PBD) terus menunjukkan eksistensinya dengan menggelar konvoi motor terbanyak membawa Bendera Merah Putih.
Diperkirakan 5000 peserta bakal meramaikan event yang akan menjadi yang pertama di Indonesia dan berpotensi menembus dimensi MURI dalam catatan rekor terbanyak.
KONI Papua Barat Daya memberikan apresiasi dan dukungan atas kegiatan konvoi tersebut.
“Walaupun mereka baru tetapi mereka sudah melakukan sosialisasi bahwa IMI ada di Papua Barat Daya. Kami pun jadi tahu kehadiran mereka apalagi kegiatan mereka yang sangat positif. Mungkin ini pertama kali dilakukan di Papua Barat Daya maupun di Indonesia, konvoi motor seperti ini,” ungkap Ketua Harian KONI PBD Abu Bakar Gusti kepada awak media, Kamis (24/8/2023) malam.
Gusti bahkan mengaku mengecek langsung ke sekretariat pendaftaran peserta konvoi.
“Jadi saya coba ke sekretariat pendaftaran ternyata animo masyarakat ini luar biasa. Karena ditargetkan 5000, malah ini membludak. Saya ikuti laporan teman-teman panitia bahwa mereka sudah membatasi peserta yang ikut serta dalam kegiatan pada hari Sabtu nanti,” akuinya.
Kendati demikian, pembatasan ini malah tidak mengurangi semangat warga.
“Malahan informasinya ada yang bersedia hadir dengan membawa bendera sendiri, cari baju kaos sendiri. Yang penting mereka bisa hadir bersama teman-teman mereka yang lain yang sudah lebih dulu mendaftar,” sambungnya.
Sekali lagi, lanjut Gusti, pihaknya memberikan apresiasi kepada IMI PBD atas apa yang telah dicapai meski terhitung masih baru.
Pembinaan Atlet
Ia kemudian mengingatkan soal pentingnya pembinaan atlet.
“Bukan hanya IMI saja yang baru, hampir semua cabang olah raga yang ada di Papua Barat Daya ini semua baru. Cuma kebetulan cabang-cabang olahraga yang lainnya memang sudah lama melakukan pembinaan sedangkan IMI ini di Papua Barat Daya terjadi kevakuman karena kemarin ada Covid dan sebagainya,” akuinya.
Dikatakan Gusti, kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan otomotif ini agak terhenti. Apalagi event otomotif ini yang selalu menghadirkan banyak orang.
“Kita tahu pembinaan olah raga otomotif atau roadrace ini cukup besar di Papua Barat Daya. Maka kita harapkan ke depan mereka (IMI) dapat melaksanakan rapat kerja guna menyusun program kerja supaya bisa melakukan pembinaan terhadap para pembalap,” harapnya.
Gusti menambahkan pembalap-pembalap yang ada di Papua Barat pada zaman itu banyak berasal dari PBD.
“Paling banyak itu di sini. Kebetulan saya mantan Ketua Korwil IMI Papua Barat jadi saya tahu persis dan juga bung Ernes termasuk orang lama di IMI. Kita tahu bahwa animo masyarakat pencinta otomotif paling banyak ada di sini. Sehingga kita harapkan ke depan seperti itu,” pungkasnya.
KENN






























