Tantang Juara WBC, Petinju Papua Minta Dukungan Presiden Jokowi

IMG 20231001 WA0000

Koreri.com, Jayapura – Mantan Juara Dunia WBC Asia South Kelas Welter asal Tanah Papua Geisler Ap menyampaikan keinginannya untuk bertemu Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Ia hendak meminta bantuan biaya duel ulang atau rematch menantang juara dunia WBC asal Perancis Medi Boufoudi sekaligus unifikasi atau penyatuan gelar WBC, WBA dan UBO.

Geisler Ap dan Medi Boufoudi juga memperebutkan gelar WBA dan UBO yang kini lowong.

Duel ulang bertitel 12 Round Welter Wight The Challenger Doble Champions Match ini dijadwalkan akan berlangsung pada 25 November 2023 mendatang di GOR Cenderawasih, Kota Jayapura, Provinsi Papua.

Geisler Ap minta perhatian pemerintah lantaran dirinya adalah satu-satunya anak Papua yang mewakili Indonesia untuk tampil di duel bergensi yakni kejuaraan dunia WBA, WBC dau UBO.

“Selama ini saya berjuang mati-matian mengharumkan nama Indonesia di luar negeri. Saya kibarkan bendera Merah Putih dan mengumandangkan lagu Indonesia Raya, bahkan nyawa pun saya pertaruhkan untuk negara dan bangsa. Saya sudah berikan untuk negara dan apa yang negara berikan untuk saya,” tanya Geisler Ap.

Karena itu, ia ingin bertemu dan menyampaikan langsung kesulitannya kepada Presiden Jokowi, yang ia tahu sangat memperhatikan perkembangan pembangunan termasuk SDM di Tanah Papua.

Geisler Ap Boxing Promotion bertindak sebagai promotor, sedangkan Nelson Nainggolan dari NN Boxing Promotion sebagai match maker atau penata tanding.

Sebelumnya, Geisler Ap sukses menjadi promotor, saat tarung mempertahankan gelar melawan peringkat pertama WBC Muhammad Billal dari Pakistan dalam duel mempertahankan gelar WBC dan memperebutkan gelar WBA di GOR Waringin, Kota Jayapura pada 22 Juli 2019.

Partai Geisler Ap vs Muhammad Bilal berlangsung draw, setelah wasit internasional Nus Ririhena dari Indonesia menghentikan duel pada ronde 7 dari 12 ronde yang direncanakan lantaran terjadi benturan keras menyebabkan pelipis kiri Geisler Ap pecah dan mengeluarkan darah.

Hasil itu membuat Geisler Ap tetap mempertahankan juara WBC.

Selain partai utama Geisler Ap menantang Medi Boufoudi, ia juga menyiapkan partai tambahan memperebutkan sabuk juara Gubernur Papua, Gubernur Papua Barat, Gubernur Papua Selatan, Gubernur Papua Tengah, Gubernur Papua Pegunungan, Gubernur Papua Barat Daya, Kapolda Papua, Kapolda Papua Barat, Pangdam XVII/Cenderawasih dan Pangdam XVIII/Kasuari.

Geisler Ap kehilangan mahkota WBC Asia South Kelas Welter, setelah kalah unanimous decision sepuluh ronde dari penantangnya Medi Boufoudi 11 Pebruari 2023 lalu di Studio TVRI Jakarta.

Petinju kelahiran Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua Pegunungan kini berada peringkat 10 besar WBC Asia South Kelas Welter.

Geisler Ap kembali menderita kalah dari petinju Australia Jason Moloney dalam duel perbaikan peringkat di di Melbourne 7 Juli 2023.

Oleh karena itu, sebelum menantang Medi Boufoudi, Sarjana Hukum lulusan Uncen Jayapura ini wajib memperbaiki peringkat WBC, dalam perebutan Sabuk Emas Bupati Pemalang 2023 di Alun-Alun Pemalang, Jateng 10 November 2023.

Geisler Ap melalui siaran pers pada Sabtu (30/9/2023) menuturkan, ia tengah mencari sponsor untuk membiayai tanding ulang, yang diperkirakan membutuhkan biaya Rp 1,5 miliar.

Fighter berjulukan The King Papua kini fokus untuk menyelesaikan biaya administrasi atau lisensi fee kepada WBC, WBA dan UBO.

“Jadi kita kasih masuk ke sana selesai langsung kita punya nama masuk dalam daftar. Saya kwatir jangan sampai negara lain masuk mengambilnya. Itu berarti kita putus,” katanya.

Geisler Ap berharap ada sponsor yang membantu untuk menyelesaikan lisensi fee.

Menurutnya, jika lisensi fee sudah selesai maka ia fokus untuk menyusun rencana pertandingan.

Dikatakan, ia kini sibuk mendistribusikan proposal kepada pihak sponsor atau penyandang dana. Jika dalam pekan depan belum ada sponsor atau dukungan, maka ia akan membuat aksi penggalangan dana besar-besaran di seluruh tanah Papua.

“Ini duel penutup karir saya di tinju profesional, sehingga apa hambatannya wajib dilaksanakan,” jelas petinju yang ditemukan pelatih legendaris Manuel Rumbino ini.

Geisler Ap menekankan, ia membantu panitia untuk penggalangan dana hingga 30 September 2023. Selanjutnya, terhitung 1 Oktober 2023 ia fokus mempersiapkan diri menantang Medi Boufoudi.

Ia merencanakan latihan selama sebulan di Nelson Nainggolan Boxing Camp, Jakarta dan sebulan di Jayapura hingga menjelang hari H.

Sementara itu, Tokoh Masyarakat Papua, Daniel A. Pombos mengatakan, sebagai warga asli, ia ingin agar anak-anak Papua baik di pesisir pantai maupun di pegunungan mendukung kejuaraan tinju dunia yang bakal digelar 25 November 2023 di GOR Cenderawasih, Kota Jayapura.

“Ini adalah even yang paling bergengsi bagi kita semua, untuk membawa nama Papua secara khusus dan Indonesia umumnya,” tandasnya.

Oleh karena itu, mantan petinju Irian Jaya era 1970-an ini mengajak teman-teman yang ada di negeri ini bersatu membantu mensukseskan kejuaraan dunia ini.

“Siapa pun yang punya seribu kita sumbang, untuk mendukung kegiatan tinju yang akan dilaksanakan di Papua. Kita bangga, karena kita bisa datangkan orang dari luar untuk bisa tanding di Papua. Mari kitorang beri dukungan,” pungkas pensiunan Polri ini.

RLS