Koreri.com, Jayapura – Kepolisian Daerah (Polda) Papua merilis kinerja dan pelayanan di akhir tahun 2025.
Kapolda Papua, Irjen Pol Patrige Renwarin, menyampaikan bahwa laporan ini sebagai bentuk keterbukaan Polri kepada masyarakat.
Saat ini, Polda Papua membawahi tiga provinsi, yaitu Papua, Papua Selatan, dan Papua Pegunungan, dengan 21 Polres, 101 Polsek, dan 43 Polsubsektor. Namun, Polda Papua masih kekurangan personel.
Dari kebutuhan 23.140 anggota, baru terisi sekitar 12.953 personel, sehingga masih kurang lebih dari 10 ribu personel.
Dari sisi anggaran, kinerja Polda Papua dinilai sangat baik. Dari total anggaran Rp1,83 triliun, sebanyak Rp1,82 triliun atau 99,60 persen telah digunakan hingga akhir Desember 2025.
Anggaran tersebut juga digunakan untuk pembangunan barak Brimob dan rumah dinas anggota di beberapa wilayah.
Pelayanan kepada masyarakat terus ditingkatkan. Kegiatan patroli dan pengamanan meningkat, termasuk patroli motor dan mobil. Sebanyak 872 personel Bhabinkamtibmas aktif mendatangi rumah warga dan telah melakukan lebih dari 219 ribu kunjungan sepanjang tahun 2025.
Di bidang informasi dan media, Polda Papua aktif melakukan patroli siber. Ribuan konten hoaks dan provokatif berhasil ditangani guna menjaga situasi tetap kondusif. Selain itu, Polda Papua juga menindak tegas anggota yang melanggar disiplin dan kode etik.
Kabar baik datang dari sektor lalu lintas. Jumlah kecelakaan dan korban meninggal dunia menurun dibandingkan tahun 2024. Pelanggaran lalu lintas dan kerugian materiil juga mengalami penurunan.
Namun, angka kriminalitas konvensional mengalami peningkatan, terutama kasus pencurian kendaraan bermotor, pengeroyokan, dan penganiayaan berat. Kasus pembunuhan juga meningkat dibandingkan tahun sebelumnya, meski sebagian besar berhasil diungkap.
Untuk kejahatan transnasional, kasus narkoba masih ditemukan, namun kasus tindak pidana perdagangan orang (TPPO) tercatat nihil. Di bidang tindak pidana korupsi, Polda Papua berhasil menyelamatkan keuangan negara lebih dari Rp46 miliar.
Masalah keamanan yang melibatkan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) masih menjadi tantangan besar. Sepanjang 2025 terjadi 104 aksi KKB yang menimbulkan korban jiwa. Melalui Operasi Damai Cartenz, aparat berhasil menindak sejumlah anggota KKB serta menyita senjata api dan amunisi.
Selain penegakan hukum, Polri juga menjalankan Operasi Rasaka Cartenz yang fokus pada pendidikan dan kesehatan masyarakat, seperti pemberantasan buta huruf dan penanganan penyakit.
Menutup rilis akhir tahun, Kapolda Papua menegaskan komitmen Polri untuk terus meningkatkan keamanan dengan pendekatan humanis dan kerja sama lintas instansi. Ia berharap Papua ke depan semakin aman, damai, dan sejahtera.
SAV





























