Koreri.com, Ambon – Upaya memperkuat ekonomi kreatif (ekraf) berbasis kearifan lokal terus digencarkan di Provinsi Maluku.
Kaitannya dengan itu, BPKW XX menerima kunjungan audiensi dari Yayasan Raspala Maluku di ruang rapat Kapitan Pattimura, Ambon, dalam rangka membahas penguatan ekosistem ekraf yang bertumpu pada kekayaan budaya daerah.
Sebagai organisasi yang fokus pada pemberdayaan pemuda, Yayasan Raspala Maluku menyatakan komitmennya untuk mengembangkan 17 subsektor ekraf, mulai dari kuliner, kriya hingga aplikasi.
Dengan visi menjadi mitra strategis pemerintah, Raspala ingin mendorong potensi lokal agar tumbuh secara kolaboratif dan berkelanjutan.
Audiensi strategis ini dihadiri langsung Kepala BPKW XX Dody Wiranto, S.S., M.Hum., didampingi jajaran Pamong Budaya yakni Santy Nurlette, S.Sos.; Jacqueline Pattiasina, S.S.; Anita H.S. Latupeirissa, S.Sos.; Piter A. Syaranamual, S.Sos.; Umi Hidayati, S.S.; serta Hapsoro Ari Widyatama, S.S.
Turut hadir pula Pengkaji Pelestarian Cagar Budaya, Sandy Maulana Yusuf, S.Ark., yang memberikan perspektif mengenai pemanfaatan cagar budaya dalam mendukung pengembangan ekonomi kreatif di Maluku.
Agenda utama pertemuan ini menyoroti peluang integrasi antara pelestarian kebudayaan dan peningkatan nilai ekonomi melalui kreativitas para pelaku industri kreatif.
Ketua Yayasan Raspala Maluku, Reza Waraiya, menekankan pentingnya mengeksplorasi unsur tradisi dan kekayaan intelektual lokal agar dapat diolah secara modern tanpa menghilangkan esensi nilai budayanya.
“Kami ingin budaya tidak hanya lestari, tetapi juga hidup dan memberi dampak ekonomi bagi masyarakat,” ujarnya.
Menanggapi hal tersebut, Dody Wiranto menegaskan pentingnya menyelaraskan warisan budaya bendawi (tangible) dan takbenda (intangible) untuk membangun narasi kuat sebagai identitas dan ikon pariwisata daerah.
Ia juga menyatakan kesiapan BPK Wilayah XX dalam mendukung penyediaan data serta kajian kebudayaan sebagai fondasi pengembangan ekonomi kreatif.
“Setiap inovasi harus tetap berpijak pada upaya pelestarian nilai-nilai luhur Maluku. Di situlah kekuatan dan keunikan kita,” tegasnya.
Kolaborasi antara BPK Wilayah XX dan Yayasan Raspala Maluku ini diharapkan menjadi langkah awal dalam membangun ekosistem ekonomi kreatif yang tangguh, berdaya saing, sekaligus berakar kuat pada identitas budaya Maluku.
RLS
























