El Nino Pangkas Debit Air, Layanan WTP Kuala Kencana Mimika Dibatasi 2 Jam Sehari

Inosensius Yoga Pribadi Dampak El Ninoi
Kepala Dinas PUPR Mimika Inosensius Yoga Pribadi / Foto : EHO

Koreri.com, Timika — Dampak El Nino mulai menekan pasokan air bersih di Kabupaten Mimika, Papua Tengah.

Penurunan debit air di sumber sungai membuat layanan Water Treatment Plant (WTP) 470 Kuala Kencana kini dibatasi hanya dua jam per hari.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Mimika, Inosensius Yoga Pribadi, mengatakan pembatasan dilakukan sebagai langkah efisiensi menyusul berkurangnya debit air akibat kondisi El Nino yang berlangsung cukup panjang.

“Yang tadinya empat jam, dua jam pagi dan dua jam sore, sekarang karena debit air berkurang, pelayanan kami efisienkan menjadi dua jam. Tetapi setiap hari tetap ada pelayanan,” ujar Yoga Pribadi kepada wartawan di Timika, Senin (1/9/2026).

Menurut dia, Pemkab Mimika telah berkoordinasi dengan PT Freeport Indonesia karena fasilitas WTP tersebut masih berada di bawah penguasaan perusahaan.

Yoga meminta masyarakat memanfaatkan waktu layanan dengan bijak, termasuk menampung air secukupnya dan menghemat penggunaan air.

“Ketika dua jam itu, saya harap masyarakat bisa bijak menampung dan menghemat air,” katanya.

Di sisi lain, upaya menambah sumber air cadangan masih terkendala. PT Freeport Indonesia sebelumnya telah membangun empat sumur cadangan di WTP 570 Kuala Kencana.

Namun, sejumlah kabel dan peralatan pendukung di lokasi tersebut hilang sehingga sumur belum dapat dioptimalkan.

“Peralatan di sumur itu sudah diambil orang. Kabel, pagar dan instrumen lainnya hilang, sehingga harus dilakukan perbaikan dan pengadaan kembali,” ujar Yoga.

Sambil menunggu pemulihan sumber cadangan tersebut, Pemkab Mimika juga mengandalkan distribusi air curah untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Pelayanan dilakukan setiap hari berdasarkan permintaan melalui BPBD Kabupaten Mimika.

Pemkab mengimbau masyarakat menghemat penggunaan air selama kondisi El Nino masih berdampak terhadap ketersediaan sumber air.

EHO