Dugaan Penolakan Pasien di RSUD Mimika Disorot, Begini Bantahan Humas

Julian Solossa Lucky Mahakena
Mantan Anggota DPRK Mimika Julian Solossa (kiri) - Humas RSUD Mimika Lucky Mahakena / Foto : EHO

Koreri.com, Timika – Dugaan penolakan pasien di UGD RSUD Kabupaten Mimika yang beredar melalui media sosial mendapat sorotan dari mantan Anggota DPRK setempat, Julian Solossa.

Namun, pihak RSUD Mimika membantah soal itu dan menegaskan tidak adanya penolakan. Sebaliknya menyebut video yang beredar tidak menampilkan seluruh proses pelayanan pasien.

Julian lantas meminta dugaan tersebut ditindaklanjuti secara serius agar tidak kembali menimbulkan polemik di tengah masyarakat.

“Kasus yang saat ini terjadi di beberapa postingan media sosial tentang penolakan di RSUD Kabupaten Mimika tentunya harus ditindaklanjuti dengan baik,” dorongnya saat ditemui di Jalan Hasanuddin Timika, Senin (28/9/2026).

Menurut Julian, pelayanan kepada masyarakat merupakan tugas utama seluruh pegawai RSUD, terlebih kepada pasien yang membutuhkan penanganan medis, termasuk masyarakat asli Papua.

“Khusus orang Papua, pegawai yang ada di RSUD itu harus melayani, karena tugasnya melayani masyarakat,” sahutnya.

Julian juga meminta manajemen RSUD meningkatkan profesionalisme pelayanan dan mencegah munculnya persoalan yang dapat berujung pada aksi protes maupun keluhan berkepanjangan.

“Saya lihat sudah bagus, tetapi harus lebih profesional lagi,” ujarnya.

Julian menegaskan, apabila benar terjadi penolakan terhadap pasien, hal tersebut tidak boleh dibiarkan dan harus menjadi bahan evaluasi agar tidak terulang.

“Kalau pasien ditolak, itu pelanggaran besar. Mudah-mudahan ke depan jangan terjadi. Itu tidak boleh,” tegasnya.

RSUD Mimika : Bukan Penolakan !

Sementara itu, Humas RSUD Mimika Lucky Mahakena, memberikan klarifikasi terkait video yang beredar.

Ia menegaskan, pihak rumah sakit tidak menolak pasien tersebut, melainkan telah melakukan tindakan awal melalui proses triase.

“Kami tidak menolak. Tindakan triase kepada pasien tersebut sudah dilakukan,” kata Lucky Mahakena saat dikonfirmasi.

Menurut dia, video yang beredar diduga telah diedit sehingga hanya menampilkan bagian yang seolah-olah menunjukkan adanya penolakan, sementara proses penanganan pasien tidak terlihat dalam rekaman yang beredar.

“Kami sudah melakukan tindakan dan upaya penanganan. Tetapi yang diviralkan seolah-olah kami menolak,” bebernya.

Lucky mengatakan, terdapat bagian dari proses pelayanan yang tidak ditampilkan dalam video tersebut.

Karena itu, ia meminta masyarakat tidak langsung menyimpulkan adanya penolakan hanya berdasarkan potongan video yang beredar di media sosial.

“Yang ditampilkan hanya bagian penolakan, sementara tindakan yang sudah dilakukan tidak ditampilkan. Kami menduga video tersebut telah diedit,” katanya.

Pihak RSUD Mimika memastikan pelayanan terhadap pasien tetap dilakukan sesuai prosedur, termasuk melalui tahapan triase untuk menentukan kebutuhan penanganan medis.

Klarifikasi tersebut disampaikan menyusul sorotan publik terhadap video yang beredar di media sosial dan memunculkan dugaan adanya penolakan pasien di UGD RSUD Mimika.

EHO