Koreri.com,Ambon — Wali Kota Ambon, Bodewin M. Wattimena, meminta kepala desa dan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) memperkuat sinergi dalam penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan, dan pelayanan publik, terutama di tengah penurunan alokasi dana desa.
Pesan tersebut disampaikan Bodewin saat meresmikan anggota BPD dari tiga desa di Kota Ambon, yakni Wayame, Poka, dan Negeri Lama, di Balai Kota Ambon, Senin (12/10/2026).
Bodewin menegaskan, kepala desa dan BPD memiliki tugas serta fungsi berbeda, tetapi harus bekerja sama demi kemajuan desa dan kesejahteraan masyarakat.
“BPD bukan musuh dan bukan lawan kepala desa. BPD harus menjadi mitra. Duduk bersama, bicara baik-baik, dan selesaikan masalah dengan baik,” tegasnya.
Ia mengingatkan agar perbedaan pandangan tidak menghambat pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat. Setiap persoalan di tingkat desa harus diselesaikan melalui komunikasi dan musyawarah sebelum berkembang menjadi konflik yang lebih besar.
Selain memperkuat koordinasi, Bodewin menyoroti penurunan dana desa yang berdampak pada kemampuan pemerintah desa membiayai pembangunan.
Alokasi yang sebelumnya bisa mencapai lebih dari Rp1 miliar, bahkan sekitar Rp2 miliar di sejumlah desa, kini disebut menurun hingga kisaran Rp200 juta–Rp300 juta lebih, bergantung pada alokasi masing-masing desa.
Menurutnya, kondisi tersebut menuntut pemerintah desa lebih cermat menentukan prioritas, terutama untuk kebutuhan infrastruktur seperti jalan setapak, drainase, dan penanganan banjir.
Karena itu, kepala desa bersama BPD diminta menggali potensi ekonomi lokal yang dapat dikembangkan untuk meningkatkan pendapatan asli desa.
“Kepala desa dan BPD mesti bisa melihat potensi yang dimiliki, kemudian merumuskannya menjadi program yang dapat meningkatkan perekonomian di desa masing-masing,” ujarnya.
Bodewin juga menekankan pentingnya pelayanan publik yang adil tanpa diskriminasi. Ia meminta pemerintah desa menjaga semangat toleransi, menyelesaikan persoalan sejak dini, serta memastikan setiap program benar-benar menjawab kebutuhan warga.
Di tengah keterbatasan anggaran, ia turut mengajak masyarakat menghidupkan kembali budaya gotong royong melalui kerja bakti rutin untuk menjaga kebersihan lingkungan, memperbaiki kondisi permukiman, dan mencegah persoalan lingkungan.
Bodewin berharap anggota BPD yang baru diresmikan dapat menjalankan amanah dengan baik, membangun komunikasi yang sehat dengan kepala desa, serta menjalankan fungsi pengawasan secara konstruktif.
Sinergi yang kuat antara kepala desa, BPD, dan masyarakat diharapkan menjadi kunci agar pembangunan dan pelayanan publik tetap berjalan optimal meskipun anggaran desa mengalami penurunan.
JFL












