Koreri.com, Ambon – Pemerintah Kota Ambon bersiap mengakhiri kebijakan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) bagi siswa dan Work From Home (WFH) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) menyusul membaiknya kualitas udara pascakebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Wali Kota Ambon, Bodewin Melkias Wattimena, Kamis (15/10/2026), menyatakan kabut asap di Kota Ambon mulai menipis secara signifikan.
“Jika kondisi kualitas udara tetap stabil dalam dua hari ke depan aktivitas perkantoran dan kegiatan belajar mengajar di sekolah direncanakan kembali berjalan normal,”kata Bodewin.
Sebelumnya, Pemkot Ambon memberlakukan kebijakan PJJ dan WFH selama empat hari, mulai Selasa hingga Jumat, sebagai langkah perlindungan terhadap masyarakat dari paparan polusi asap akibat karhutla.
Meski kondisi udara menunjukkan perbaikan, Pemkot menegaskan bahwa keputusan mengakhiri kebijakan tersebut harus didasarkan pada data Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU), bukan hanya pengamatan visual terhadap kondisi kabut asap.
Untuk memastikan keamanan masyarakat, Dinas Lingkungan Hidup dan Persampahan (DLHP) bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terus melakukan pemantauan kualitas udara secara berkala.
Selain itu, masyarakat diimbau tidak melakukan pembakaran sampah maupun lahan yang berpotensi memicu kebakaran dan memperburuk kualitas udara.
Di tengah kondisi kemarau panjang, Pemkot Ambon juga mulai menyalurkan bantuan air bersih ke sejumlah titik rawan kekurangan air.
Pemerintah berharap kondisi udara terus membaik sehingga aktivitas masyarakat dapat kembali normal, dengan tetap mengutamakan keselamatan dan kesehatan warga.
JFL












