Koreri.com, Jayapura – Dua prajurit TNI AD tewas di bacok orang tidak dikenal (OTK) di Bandara Dekai Kabupaten Yahukimo, Selasa (18/5/2021) pagi.
Keduanya tergabung dalam Satgas Pamrahwan Yonif 432/WSJ asal Makassar Sulawesi Selatan.
Dua pucuk senjata jenis SS2 dibawa kabur pelaku yang diperkirakan berjumlah 20 orang.
Kronologisnya bermula pukul 11.20 Wit, Piket regu UKL I mendapatkan laporan dari Piket Jaga SPKT bahwa adanya laporan dua anggota TNI sedang dikejar oleh OTK dan dipukuli hingga mengakibatkan satu dari dua anggota tersebut meninggal dunia tepatnya di ujung bandara Nop Goliat Dekai.
Pukul 11.25 Wit, patroli regu I UKL yang dipimpin oleh KBO Sat Intelkam Res Yahukimo bersama 14 personil UKL Gabungan Fungsi tiba di TKP.
Selanjutnya melakukan pengamanan TKP serta membawa salah satu dari teman anggota tersebut yang dalam keadaan luka-luka menuju RSUD untuk mendapatkan penanganan medis.
Di TKP juga didapatkan satu dari teman anggota yakni Prada Ardi Yudi ardianto sudah tergeletak di dekat kali dalam keadaan meninggal dunia.
Pukul 12.15 Wit, personil Polres Yahukimo tiba di TKP selanjutnya melalukan penyisiran disepanjang pesisir kali tempat penggalian material yang diduga lokasi awal kejadian.
Pukul 12.20 Wit, dilakukan penyisiran di seputaran TKP oleh tim Gabungan TNI/Polri.
Kedua korban masing-masing Praka Muhamad Alif Nur dan Prada Ardi Yudi Ardianto.
Dua senjata api jenis SS2 milik kedua anggota tersebut dirampas para pelaku diseputaran penggalian material ujung bandara Nop Goliat Dekai.
Saat ini masih dilakukan penyisiran dan pengejaran terhadap OTK tersebut.
Danrem 172 PWY, Brigjen TNI Izak Pangemanan ketika dikonfirmasi membenarkan kejadian itu.
“Iya benar, dua anggota Satgas Pamrahwan dari Yonif 432 Makassar meninggal dunia di bacok orang tidak dikenal,” ucapnya ketika dikonfirmasi melalui telepon seluler, Selasa (18/5/2021) siang.
Kedua anggota itu diserang menggunakan senjata tajam saat sedang melaksanakan pengamanan pembangunan talud kali yang berjarak satu meter dari bandara Nop Goliat Dekai
Pelaku penyerangan lanjut Danrem diperkirakan berjumlah 20 orang.
“Kejadian ini masih didalami ,” pungkasnya.
SEO






























