Koreri.com, Burmeso (13/1) – Setahun memimpin Kabupaten Mamberamo Raya (Mambra), tak sedikit tantangan dan kendala yang dihadapi Bupati setempat Dorinus Dasinapa, A.Ks, S.Sos dan wakilnya Jakobus Britay, SIP.
Selain kondisi daerah yang membutuhkan penanganan serius bahkan ekstra keras, tak luput pula tudingan dari berbagai pihak yang dialamatkan kepada kedua figur yang dikenal sangat peduli dengan rakyat ini.
Bahkan stigma bahwa Bupati hanya jalan-jalan dan tidak tahu kerja telah menjadi opini publik di wilayah itu.
Menanggapinya, Bupati meminta masyarakat negeri di tepian Sungai Mamberamo ini tidak salah menilai dirinya selaku kepala daerah setempat.
Diakuinya dari stigma itu, dirinya terpaksa membatasi diri untuk keluar dan berhubungan dengan pihak Kementerian di Jakarta.
“Padahal kepergian saya ke sana (Jakarta, red) adalah dalam rangka kepentingan pembangunan di Mamberamo Raya yakni melakukan lobi-lobi ke Pemerintah pusat sebagai upaya untuk meloloskan berbagai program yang diperuntukkan bagi kesejahteraan masyarakat dan kemajuan daerah ini,” cetusnya, kepada media ini, Jumat (12/1).
Bupati mencontohkan, bagaimana upaya pihaknya membuka akses informasi melalui jaringan internet.
Dan, upaya tersebut membuahkan hasil dimana Pempus melalui Kementrian Komunikasi dan Informasi (Kominfo) RI telah menyetujui pembangunan Tower Base Transceiver Station (BTS) yang tersebar di 17 wilayah atau kampung.
Bahkan, langsung ditindaklanjuti dengan mobilisasi material dan peralatan komunikasi serta tenaga ahli maupun pengawas ke Mambra yang ditugaskan untuk percepatan pembangunan melalui Pelabuhan Serui, jelang akhir 2017 lalu.
“Kami sangat konsen untuk membangun telekomunikasi di Kabupaten Mamberamo Raya karena jika berbicara mengenai pelayanan publik ataupun berbicara tentang pelayanan kepada masyarakat tanpa komunikasi pun maka sangat sulit dilakukan mengingat kondisi Mamberamo Raya yang masih terkendala dalam berbagai hal,” cetusnya.
Namun jika telekomunikasi di daerah ini berjalan dengan baik maka komunikasi antara Kabupaten Mambra dengan komunitas luar bisa berjalan dengan baik.
“Jadi, bantuan Pemerintah pusat tidak datang begitu saja, tapi kami harus berangkat ke Jakarta untuk menyampaikan berbagai data yang diperlukan dan itu bukan sekali dua kali tetapi bisa berkali-kali dalam rangka lobi untuk menggolkan itu,” urainya.
Belum lagi untuk kepentingan pembangunan pada sektor lainnya.
Bupati juga menegaskan di 2018 ini, pihaknya akan kembali melakukan lobi ke Kementrian demi kepentingan rakyat dimana ada sejumlah sektor yang akan dikebut pembangunannya seperti perumahan.
Lainnya, pada Januari ini dirinya juga diminta menemui Menteri Pendidikan terkait berbagai program di sektor tersebut yang bakal dilaksanakan termasuk mengatur jadwal kunjungan Menteri ke Kabupaten Mambra.
“Saya optimis bahwa Kementerian akan terus membantu kami tentu demi kepentingan masyarakat di Kabupaten Mamberamo Raya,” tukasnya.
HRZ






























