Koreri.com, Ambon (4/3) – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pattimura Ambon mengingatkan para nelayan tradisional untuk mewaspadai hujan lebat disertai petir di Laut Arafura, Kabupaten Kepulauan Aru pada beberapa hari ke depan.
Kepala BMKG Stasiun Pattimura Ambon, George Mahubessy, yang dikonfirmasi mengungkapkan, kondisi cuaca di wilayah tersebut dipengaruhi awan gelap (Cumulonimbus) yang dapat memicu angin kencang dan menambah tinggi gelombang.
“Jadi harus diwaspadai karena Laut Arafura secara geografis dekat dengan Australia sehingga harus diperhatikan para nelayan tradisional, mengingat gelombang di Laut Arafura mencapai 1,25 meter,” ungkapnya.
Apalagi, para nelayan tradisional asal Maluku sering “hanyut” hingga diamankan pihak keamanan Australia.
Karena itu, para nelayan diimbau tak memaksakan diri melaut dengan mengandalkan armada tradisional mengingat kondisi cuaca sewaktu-waktu bisa berubah.
“Imbauan kondisi cuaca juga telah disampaikan melalui masing-masing Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di sembilan kabupaten dan dua kota, termasuk para Bupati maupun Wali Kota,” sambung George.
Ditambahkannya juga, bila terjadi kondisi cuaca ekstrem, maka Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas 1 Ambon berwenang tidak memberikan izin berlayar.
“Sekiranya dipandang perlu aktivitas pelayaran untuk sementara ditutup sambil menunggu laporan perkembangan cuaca terbaru,” tukasnya.
MP – RR