Wali Kota : Jangan ada yang coba-coba merusak kota ini

BTM 2018

Koreri.com, Jayapura (31/3) – Arifin (49), salah satu buruh babat yang bekerja sehari-harinya di Dinas Kebersihan Kota Jayapura, terpaksa harus mendapat perawatan intensif di RS Bhayangkara Polda Papua pasca mengalami luka parah dan cedera pada bagian kaki kanan, tangan kanan dan kepala.

Ia diduga terkena benda tumpul akibat aksi sekelompok orang tak dikenal (OTK) pada Rabu (28/3/2018) subuh sekitar pukul 05.30 WIT di kawasan Jalan Jeruk Nifis, Distrik Abepura.

Menanggapi kejadian itu, Wali Kota DR. Benhur Tomi Mano, MM yang dikonfirmasi media ini langsung melontarkan pernyataan keras.

“Jangan ada seorang pun yang coba-coba merusak kota ini,” kecamnya.

Bahkan orang nomor satu di ibukota Provinsi Papua ini mengingatkan kepada siapa pun yang hendak mencari nafkah di kota ini untuk melakukannya dengan cara-cara yang halal.

“Jika anda mau mencari makan maka harus mencari makan dengan cara yang halal. Jangan menyusahkan orang lain dengan melakukan tindak kekerasan, bahkan sampai membawa kabur milik orang lain,” kesalnya.

Bahkan, Wali Kota pun mendesak kepada siapa pun yang tidak memiliki pekerjaan untuk kembali ke kampung halamannya masing-masing.

“Silahkan saudara kembali ke daerah saudara karena Otonomi khusus sudah dibagi untuk masing-masing daerah dan jangan tinggal untuk merusak kota ini,” tegasnya.

Sebelumnya, Wali Kota juga telah menyatakan mendukung penuh pernyataan Kapolda Papua Irjen. Boy Rafly Amar dan Kapolres Jayapura Kota AKBP. Gustav Urbinas untuk melakukan langkah tembak di tempat dengan peluru tajam guna melumpuhkan para pelaku kejahatan di kota ini.

“Dan juga sangat perlu untuk Garnizun kembali dioperasikan pada malam hari. Nanti saya akan minta izin dari Kapolda Papua dan Pangdam XVII/Cenderawasih,” tukasnya.

AND

Exit mobile version