Fokus  

Bahaya ‘Momo Challenge’ Yang Perlu Diketahui Orang Tua

TETEMOMO

Koreri.com – Kegilaan online terbaru yakni ‘Momo Challenge’ mampu membuat para orang tua merinding karena bahaya yang tersembunyi dibaliknya.

Seperti dikutip dari Yahoo, permainan ini digambarkan sebagai permainan bunuh diri dan diduga memaksa anak-anak untuk menambahkan kontak yang tidak mereka kenali di telepon selular mereka dan kemudian melakukan perintah yang sangat sulit secara rahasia dengan ancaman apabila tidak dilakukkan, keluarganya akan disakiti.

Pesan yang dikirim oleh kontak yang tidak mereka kenali biasanya dibubuhi gambar Momo, seorang wanita kurus dengan mata besar, berambut panjang dengan mulut kecil dan rambut hitam terurai.

Namun demikian, Seorang ahli pisikologis siber Inggris Dr Dwan Branley-Bell percaya bahwa tantangan itu hanyalah sebuah hoax belaka, yang menyebar seperti kebakaran hutan karena sensasinya, dan membuat kekuatiran yang luar biasa bagi orang tua.

Apa itu Momo?
Gambar Momo tampil pertama kali pada Musim Panas tahun lalu ketika seorang gadis berusia 12 tahun melakukan bunuh diri di Argentina yang ditenggarai akibat termotivasi oleh permainan yang disebut ‘Momo Challenge’ tersebut, namun sejauh ini tidak ditemukan adanya hubungan antara bunuh diri itu dan Momo Challenge’

Menurut Dr Branley-Bell, permainan ini tidak berbeda dengan permainan hantu di bawah tempat tidur yang sering dimainkan oleh anak-anak tetapi Ia mengakui bahwa sejumlah anak-anak mungkin akan terganggu oleh permainan ‘Momo Challenge.’

“Sesungguhnya patung Momo adalah merupakan sebuah karya seni yang pernah ditampilkan di Tokyo dan tidak ada kaitannya sama sekali dengan permainan Momo yang sedang digandrungi tetapi jelas seseorang telah memanfaatkan situasi ini dan membuat hoax yang menyebar dengan cepat ke seluruh penjuru dunia.”

Walaupun dianggap hanya sebagai sebuah hoax, polisi tetap ingin agar orang tua berhati-hati dengan keberadaan ‘Momo Challenge.’

Jika anda memiliki anak, berhati-hatilah dengan #MomoChallenge, sebuah permainan online yang memaksa anak-anak untuk melakukan bunuh diri ataupun menyakiti dirinya lewat pesan singkat online yang sering diterima melalui Whatsapp ataupun Youtube.

Bagaimana orang tua harus bertindak terkait Momo Challenge?
Dr Branley-Bell mengatakan bahwa orang tua wajib memberikan batasan-batasan yang diperlukan anak-anak agar mereka tangguh dan terhindar dari konten online yang yang mengganggu, terutama melalui pendidikan dini dan dukungan bagi mereka.

“Lengkapilah mereka dengan kemampuan untuk mengidentifikasi hoax dan menghimbau mereka agar selalu menjadi pengamat yang kritis terhadap apa yang mereka liat secara online, yang mana akan lebih bermanfaat dibanding berita tidak jelas yang heboh dan mengkuatirkan,” kata Dr Dawn Branley-Bell.

“Sudah jelas bahwa akan ada permainan-permainan tantangan lain yang akan muncul kedepannya, namun sudah jelas bahwa hal itu akan melibatkan elemen ketakutan – apakah itu akan melibatkan karakter-karakter menakutkan seperti gambar Momo dan Slenderman dan atau melibatkan ketakutan serta konsekuensinya.

Pakar pertumbuhan anak, Dr Michael Carr-Gregg menegaskan sentimen yang sama terkait ini dengan mengatakan bahwa orang tua perlu mengajarkan anak-anak agar tidak perlu takut atau merasa terancam untuk mengatakan apa yang telah mereka lihat di dunia maya.

ARD

Exit mobile version