Koreri.com, Biak – Hingga memasuki tahun ke 12, Program Studi (Prodi) D3 Keperawatan Kampus Biak telah banyak melahirkan ratusan lulusan.
Terhitung sejak resmi berdiri pada 2007 hingga saat ini, sebanyak 800 perawat telah dihasilkan dan menyebar ke berbagai kabupaten di Papua.
Meski demikian, keinginan untuk memajukan prodi yang berada dibawah naungan Politeknik Kesehatan Kemenkes Jayapura ini terus diupayakan.
Salah satunya, dengan menambah tenaga pendidik dengan kualifikasi Strata 2 (S2) Keperawatan.
“Jadi, langkah-langkah yang akan kami ambil untuk memajukan Prodi D3 Keperawatan Biak yaitu merekrut tenaga pendidik dengan kualifikasi S2,” ungkap Kepala Prodi D3 Keperawatan Kampus Biak, Maria Marice Rumbino, SKM, MPH yang dikonfirmasi, baru-baru ini.
Dan langkah ini, sudah mulai terealisasi dengan adanya sejumlah tenaga yang sementara disekolahkan.
“Sementara untuk sarana sendiri, kami sudah sangat siap,” cetusnya.
Pihaknya juga berharap ada kerjasama yang baik dari Pemerintah daerah setempat dalam upaya untuk meningkatkan SDM kesehatan di bidang Keperawatan.
Diantaranya, berupa dukungan finansial dalam rangka menyokong upaya dimaksud.
“Kami minta perhatian dari Pemerintah dalam hal ini Bupati Biak Numfor dan dinas terkait untuk dapat menambah anggaran kami. Karena selama ini, yang diberikan Poltekkes sangat minim untuk meningkatkan SDM di bidang kesehatan,” beber Maria.
Dengan begitu, para tenaga pendidik juga bisa mengembangkan ilmunya semaksimal mungkin.
Langkah-langkah ini, diakuinya, sementara dikoordinasikan dengan Pemda setempat.
Maria juga mengharapkan adanya kerjasama dengan pemangku kepentingan lainnya dalam upaya meningkatkan kualitas mahasiswa Prodi D3 Keperawatan Kampus Biak.
Tak lupa, ia berpesan kepada para mahasiswa untuk lebih banyak belajar dan tekun.
“Apapun yang diberikan para dosen akan menjadi bekal di kemudian hari karena hal ini sangat penting bagi mahasiswa itu sendiri di saat menyelesaikan studi dan bekerja di tengah masyarakat,” pesan Maria.
Dan juga, yang dibutuhkan adalah keprofesionalan mahasiswa ataupun sarjana itu sendiri di dalam melakukan pekerjaannya sebagai tenaga medis.
“Saya mengajak para mahasiswa maupun tenaga keperawatan, ketika menjalankan tugasnya sebagai tenaga medis harus melayani masyarakat dengan penuh kasih, sabar, tabah dan penuh cinta,” tukasnya
DENS DK
