Koreri.com, Ambon – Suasana penuh tawa dan keceriaan mewarnai kunjungan Bunda PAUD Kota Ambon Lisa Wattimena ke PAUD Ceria di Dusun Air Manis, Negeri Laha, Rabu (22/7/2026).
Kehadirannya menjadi bentuk dukungan terhadap pelaksanaan Program Guru Kunjung dan Alat Permainan Edukatif (APE) Keliling yang diinisiasi Dinas Pendidikan Kota Ambon melalui Sanggar Kegiatan Belajar (SKB).
Dalam kunjungan tersebut, Bunda Lisa didampingi Raja Negeri Laha Muhammad Yasir Mewar, Kepala Bidang PAUD dan PNF Dinas Pendidikan Kota Ambon Titin Yasmu Budiatin, tim SKB Kota Ambon, serta perwakilan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).
Ia tampak berbaur bersama anak-anak, mengajak mereka belajar sambil bermain menggunakan berbagai APE.
Bunda Lisa juga memberikan motivasi kepada para orang tua agar tidak ragu menyekolahkan anak sejak usia dini karena pendidikan PAUD merupakan fondasi penting dalam membentuk karakter, kemampuan bersosialisasi, dan kesiapan anak memasuki jenjang Sekolah Dasar.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Ambon Ferdinand Tasso menjelaskan bahwa Program Guru Kunjung merupakan strategi jemput bola untuk menghadirkan layanan pendidikan anak usia dini bagi wilayah yang belum memiliki lembaga PAUD.
“Daripada menunggu masyarakat datang ke lembaga PAUD, kami yang mendatangi mereka. Melalui tim SKB, layanan pendidikan bisa langsung dirasakan anak-anak di wilayah yang belum memiliki PAUD,” ujar Ferdinand.
Ia mengungkapkan bahwa program tersebut mulai menunjukkan hasil yang menggembirakan. Angka Partisipasi Sekolah (APS) PAUD di Kota Ambon meningkat dari 59,11 persen pada tahun 2024 menjadi 75,5 persen pada tahun 2025.
Meski demikian, masih terdapat sekitar 24,5 persen anak usia PAUD yang belum memperoleh layanan pendidikan. Selain itu, masih ada tiga wilayah di Kota Ambon yang belum memiliki lembaga PAUD, yakni Negeri Ema, Desa Latta, dan Negeri Hukurila.
Ferdinand juga menyampaikan bahwa jumlah lembaga PAUD di Kota Ambon terus bertambah, dari 195 lembaga pada 2025 menjadi 199 lembaga pada 2026.
Menurutnya, pendekatan Guru Kunjung lebih efektif dibanding membangun lembaga baru karena dapat menjangkau masyarakat secara langsung dengan biaya yang lebih efisien. Tim SKB akan terus mendampingi masyarakat hingga mampu membentuk dan mengelola lembaga PAUD secara mandiri.
“Kalau lembaganya sudah terbentuk dan berjalan baik, tim kami akan berpindah ke wilayah lain yang belum memiliki akses layanan PAUD. Dengan cara ini, semakin banyak anak di Kota Ambon yang bisa menikmati pendidikan sejak usia dini,” tegasnya.
Program Guru Kunjung diharapkan menjadi solusi pemerataan layanan pendidikan anak usia dini di Kota Ambon, sehingga seluruh anak memperoleh kesempatan yang sama untuk tumbuh, belajar, dan berkembang sejak usia dini.
JFL
