Koreri.com, Jayapura – Legislator Papua asal Daerah Pemilihan (Dapil) VI siap mendorong pembangunan di Kabupaten Nduga masuk dalam APBD Perubahan (APBD-P) Provinsi Papua tahun 2020.
Seperti, perumahan layak huni, air bersih, listrik, jaringan telekomunikasi hingga bandara.
Hal itu disampaikan Emus Gwijangge bersama dua anggota DPR Papua perwakilan Nduga usai turun menyerap aspirasi masyarakat dan mengikuti pelantikan Dewan setempat periode 2019 – 2024, Senin (24/2/2020).
“Ya, anggota DPR Papua dari Kabupaten Nduga itu empat orang masing-masing Las Nirigi, Namatus Gwijangge, Nikius Bugiangge dan Emus Gwijangge. Kami sudah mendengar aspirasi masyarakat dan Pemerintah Kabupaten terkait kebutuhan pokok masyarakat Nduga,” ungkapnya kepada wartawan di Jayapura, Kamis (27/2/2020).
Menurut Emus, pihaknya akan mendorong dalam sidang perubahan APBD 2020 pembangunan perumahan layak huni dan air bersih bagi masyarakat di wilayah itu.
Apalagi, 80 persen warga di Kenyam ibukota Kabupaten Nduga merupakan pengungsi yang memiliki rumah.
“Sehingga apa yang disampaikan Bupati itu kami upayakan dalam APBD perubahan 2020 ini kami berempat berjuang untuk masalah perumahan layak huni dan air bersih bagi masyarakat di Kabupaten Nduga,” bebernya.
Selain itu, kata Emus, pihaknya siap berkoordinasi dengan PLN Jayapura untuk masalah listrik di Kabupaten Nduga yang selama ini tidak dinikmati baik oleh masyarakat.
“Jadi, kami juga berkoordinasi dengan pihak bersangkutan (PLN, red) untuk listrik di Kabupaten Nduga,” sambungnya.
Dikatakan Emus, masyarakat merasa tidak aman karena masalah perumahan dan air bersih menjadi kebutuhan utama di Kabupaten Nduga, sehingga pihaknya akan memperjuangkan aspirasi masyarakat dalam perubahan APBD 2020 nanti meski tidak banyak.
“Kami sudah janji akan mengupayakan pembangunan rumah layak huni dan air bersih dan kami sampaikan kepada pimpinan DPRP bahkan ke Gubernur Papua secara lembaga maupun pribadi dalam hal ini kader Demokrat kami untuk segera merespons aspirasi masyarakat Nduga,” harapnya.
Sebagai wakil rakyat, Emus meminta dukungan seluruh anggota DPRP untuk membantu selesaikan masalah Nduga melalui pembentukan Panitia Khusus (Pansus) pengungsi setempat dan Intan Jaya yang sampai saat ini belum selesai.
“Jadi, dalam waktu dekat kami akan bentuk Pansus pengungsi Nduga dan Intan Jaya. Kita mendorong supaya pansus ini bekerja mendengar semua aspirasi termasuk masalah masyarakat Nduga sudah menyebar lari ke Wamena, Lanny Jaya, Timika dan Puncak Papua,” cetusnya.
Soal bandara, kata Emus, perwakilan Nduga di DPRP mendorong lewat Gubernur Papua mengingat masyarakat sangat butuh bandara yang bagus untuk pesawat jenis ATR bisa mendarat di Kenyam.
“Iya, masyarakat juga sampaikan bahwa mereka butuh bandara dan itu yang paling utama. Sehingga kami sudah minta Pemerintah daerah untuk merencanakan dan kita dari Provinsi Papua hanya membantu menyampaikan bagaimana kerjasama APBD Kabupaten dengan Provinsi dan APBN,” pungkasnya.
VER
