Oleh : FRANS LUSIANAK
Koreri.com, Bintuni– Pesona keindahan alam dari sungai yang mengalir, dan hamparan luas hutan manggove serta kekayaan alam yang melimpah yang terbentang dari lautan, daratan, pegunungan dan pesisir, menjadikan Teluk Bintuni bagai sebuah negeri TETESAN DARI SURGA.
Betapa tidak. Senyum santun warga yang menyapa bersama corak dan budaya yang masih kental dan toleransi agama yang terpelihara baik, semakin memperkuat identitas dan nilai budaya masyarakatnya.
Potensi sumber daya alam yang dimiliki mulai dari minyak dan gas bumi, batubara, perikanan dan kelautan, pertanian, dan kehutanan, menjadikan Teluk Bintuni sebagai salah satu daerah investasi strategis nasional yang memberi kontribusi langsung, tidak hanya bagi pendapatan daerah tetapi juga secara nasional (sumber pendapatan negara).
Belum lagi rencana pembangunan kawasan Industri Petrokimia dan Genting Oil pun semakin melengkapi Teluk Bintuni sebagai daerah potensial yang sangat diperhitungkan saat ini. Namun semua itu tidak akan memberi manfaat yang maksimal tanpa penguasaan manajemen dan pengelolaan teknologi secara bijak.
Dalam catatan perjalanannya, Teluk Bintuni yang dulu, pernah jatuh dalam keterpurukan antara lain pernah menyandang predikat sebagai daerah termiskin di Papua Barat dengan tingkat pengangguran yg tinggi, kondisi infrastruktur yang tidak memadai, listrik yang belum stabil, akses komunikasi yang tertinggal dan hak masyarakat yang terampas.
Namun dengan sentuhan kepemimpinan yang fasih bersama PMK2 yang bekerja dengan kasih dan melayani dengan hati, dengan slogan “Kasih Menembus Perbedaan” menjadikan Teluk Bintuni kini telah mengalami perubahan yang cukup pesat.
Telah banyak kebijakan dan terobosan PMK2 yang dilakukan dan diupayakan. Tantangan geografis yang ada pun, telah memacu pembangunan infrastruktur dan sarana/prasarana sehingga banyak kemajuan yang telah dinikmati dan dirasakan oleh masyarakat.
PMK2 tak hanya membangun daerah dengan potensi sumber daya alam yang simultan dan saling bersinergi di semua aspek, tetapi juga membangun manusia yang berkarakter, bahwa anak 7 suku harus mampu mengambil bagian paling terdepan menjadi generasi yang potensial dan berprestasi yang mampu bersaing di dunia industri global dan menjadi tuan di negeri sendiri.
Hal ini terwujud melalui program meningkatkan sumber daya manusia yang berbasis sumber daya migas dengan mendirikan Pusat Pelatihan Tehnik Industri dan Migas (P2TIM) yang berstandar nasional dan internasional.
P2TIM Teluk Bintuni dioperasikan oleh Petrotekno Technical School yang merupakan operator industri teknik dan migas, yang bertujuan untuk menciptakan tenaga kerja handal, disiplin dan berjiwa militan yang mampu terserap sesuai standar kualifikasi yang dibutuhkan tidak hanya di dalam daerah tetapi juga siap pakai di dunia industri luar Bintuni.
Saatnya Teluk Bintuni bangkit bersama, membangun bersama, maju bersama meninggalkan keterpurukan dan keterbelakangan masa lalu guna meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat, tanpa mengabaikan nilai sakral dan kearifan lokal serta memperjuangkan apa yang menjadi hak anak negeri.
Hal ini tentu tak lepas dari tugas dan peran Legislator Daerah (DPRD) untuk memperjuangkan regulasi sebagai payung hukum demi melindungi serta membentengi hak-hak daerah dan hak masyarakat negeri STENGKOL.
LEGISLATOR harus mampu melaksanakan 3 fungsi utamanya agar harapan dan amanah rakyat yang terbeban di pundak mereka dapat terimplikasi dan terealisasi selaras dengan Visi Misi PMK2 Jilid II.
Bersama PMK2 Jilid II mewujudkan Teluk Bintuni yang damai, maju, produktif dan berdaya saing.
