2 Anggota TNI Gugur di Yahukimo, Aparat Diminta Ekstra Waspada

Kapolda Pap MD3
Kapolda Papua, Irjen Pol. Mathius D. Fakhiri / Foto : Koreri.com

Koreri.com, Jayapura – Kapolda Papua, Irjen Pol. Mathius D. Fakhiri, membenarkan telah terjadi penyerangan terhadap dua anggota TNI yang bertugas pada Satgas Pamrahwan di ujung bandara Nop Goliat Dekai, Kabupaten Yahukimo, Selasa (18/5/2021).

Aksi penyerangan itu mengakibatkan salah satu anggota TNI meninggal dunia di tempat  sementara satunya lagi meninggal saat perjalanan ke rumah sakit Dekai.

Kedua korban prajurit Yonif Para Raider 432/Waspada Setia Jaya masing-masing Praka Muhamad Alif Nur dan Prada Ardi Yudi Ardianto.

Langkah – langkah yang nanti diambil kepolisian akan berkoordinasi dengan TNI untuk dilakukan pengejaran terhadap pelaku.

Karena pelaku merampas senjata api yang dibawa oleh kedua prajurit TNI yang jadi korban pembacokkan.

“Saya sudah perintahkan Kapolres untuk segera olah TKP dan tindak refonsik berlebihan karena perampasan senjata itu empat magazen juga hilang sehingga membahayakan anggota kita apabila tidak berhati – hati,” imbuhnya.

Kapolda Kembali menegaskan agar semua pasukan penugasan maupun organik dalam merespon kejadian penembakan harus menghitung betul keselamatan anggota.

“Karena itu yang mereka (teroris OPM) cari senjata dan mengambil amunisi. Ini kalau tidak antisipasi maka akan meluas gangguan keamanan dari kelompok kriminal bersenjata ini,” tegasnya.

Kapolda memastikan akan mengirim Direktur maupun Dansat Brimob Polda Papua untuk segera mengecek situasi di Yahukimo.

“Memang kita ada pleton Brimob di Yahukimo dan saya sudah minta untuk lakukan penyisiran tapi terbatas,” akuinya.

Kapolda juga membenarkan pelaku berjumlah sekitar 20 orang yang melakukan penyerangan terhadap dua anggota TNI Satgas Pamrahwan di Yahukimo.

“Ya, mereka semua pelaku,” bebernya.

Polda Papua hingga saat ini masih mendalami apakah pelaku penyerangan dan pembacokkan dari kelompok pimpinan Senat Sol.

“Kita akan dalami dulu. Padahal Yahukimo ini sudah saya ingatkan dengan kejadian yang sering terjadi saya sudah minta untuk tetap waspadai. Saya sangat berharap semua personil TNI – Polri yang ada di titik rawan yang sudah diingatkan untuk betul – betul harus ekstra apabila membawa senjata api karena itu faktor yang ditunggu dan dicari kelompol kriminal bersenjata ini,” pintanya.

Kapolda berencana menemui Pangdam Cenderawasih untuk bagaimana bisa berkoordinasi dan kolaborasi untuk melakukan langkah cepat dalam penanganan kejadian di Yahukimo.

Ia minta seluruh personil tingkatkan kewaspadaan karena KKB telah merampas dua pucuk senjata api jenis SS2 dengan empat magazen.

“Ya, harus ditingkatkan karena punya senjata api pasti muncul kelompok baru atas nama kodap baru. Jadi perampasan senjata api membuat dirinya pemimpin di daerah itu. Tapi aparat TNI – Polri tidak mundur setapak dalam mengejar mereka,” tegasnya kembali.

Sebelumnya, Kapolres Yahukimo AKBP Deni Herdiana ketika dikonfirmasi menyebutkan saat ini pihaknya dibackup anggota TNI dari Satgas Yonif 432 Makassar serta BKO Brimob masih melakukan pengejaran terhadap para pelaku.

“Kami dari anggota gabungan masih melakukan pengejaran, kuat indikasi para pelaku melarikan diri ke arah hutan,” tegasnya.

VER

Exit mobile version