Koreri.com, Timika – Bupati Johannes Rettob, menegaskan pentingnya percepatan kinerja Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam pelaksanaan program pembangunan daerah.
Penegasan tersebut disampaikan saat memimpin apel di halaman Kantor Pusat Pemerintahan (Puspem) SP 3, Timika, Papua Tengah, Senin (8/6/2026).
Memasuki bulan Juni yang menandai pertengahan tahun anggaran 2026, Bupati mengajak seluruh jajaran Pemerintah daerah untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap capaian kinerja, khususnya dalam realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
“Ini adalah momentum penting untuk melihat kembali progres kinerja kita. Saya mencatat realisasi belanja jasa sudah mencapai sekitar 50 persen. Ini capaian yang patut diapresiasi, namun harus terus kita dorong agar pelaksanaannya semakin dipercepat,” ujar Rettob.
Meski demikian, ia menyoroti rendahnya capaian belanja modal yang dinilai masih jauh dari target.
Berdasarkan laporan yang diterima, sebagian besar OPD belum melaksanakan pendelegasian kewenangan dalam proses pengadaan barang dan jasa.
Menurutnya, kondisi tersebut disebabkan oleh sejumlah faktor, seperti sikap saling menunggu antar unit kerja, belum dimulainya pekerjaan secara optimal, serta keterbatasan sumber daya manusia.
“Ini menjadi perhatian serius. Saya minta seluruh pimpinan OPD dan ASN segera bergerak cepat. Kita harus ‘gas’ dalam bekerja. Dalam laporan minggu ini, saya ingin melihat peningkatan signifikan, terutama dalam pelimpahan pekerjaan ke unit pengadaan agar segera diproses,” tegasnya.
Bupati juga memelototi masih lambatnya pelaksanaan pekerjaan melalui mekanisme penunjukan langsung.
Ia tak menampik adanya kendala akibat proses penyesuaian harga barang yang mengalami kenaikan signifikan, berkisar antara 25 hingga 30 persen.
Namun, ia menekankan agar proses review harga harus dilakukan secara cepat dan efisien, sehingga tidak menghambat pelaksanaan program pemerintah.
“Jangan sampai review ini berlarut-larut hingga berbulan-bulan. Ini akan berdampak langsung pada keterlambatan kegiatan dan pelayanan kepada masyarakat,” cetusnya.
Lebih lanjut, Rettob mengingatkan bahwa tantangan ekonomi global urut mempengaruhi kondisi nasional dan daerah, termasuk kenaikan harga bahan bakar, tarif transportasi, serta fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat.
“Kondisi ini memang tidak mudah, tetapi saya mengajak seluruh ASN untuk tetap fokus pada tugas dan tanggung jawab. Jangan larut dalam situasi, tetapi tetap bekerja maksimal memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujarnya.
Bupati menegaskan pentingnya semangat kerja, kedisiplinan, serta tanggung jawab seluruh ASN dalam mendorong percepatan pembangunan daerah.
“Mari kita bekerja dengan cepat, tepat, dan penuh tanggung jawab demi kemajuan Mimika dan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.
EHO
