Program 100 Hari SMS – GES Atasi Banjir Dalam Kota Namrole

SMS GES Program 100 Hari Kerja
Anggota DPRD Provinsi Maluku, Halimun Saulatu

Koreri.com, Namrole – Pasca dilantik sebagai Bupati dan Wakil Bupati Buru Selatan Safitri Malik Soulisa (SMS) dan Gerson Eliezer Selsily (GES) mulai melakukan pembenahan dalam berbagai hal.

Salah satu target pembenahan di 100 hari kerja SMS – GES adalah memfokuskan pada wilayah dalam Kota Namrole dimana terjadi penyumbatan pada drainase hingga menyebabkan banjir dalam kota.

Hal itu disampaikan Wabup Gerson kepada media ini usai melihat pekerjaan penggalian drainase didalam kota Namrole, Rabu, (22/7/2021).

‘Ini merupakan program 100 hari kerja Bupati dan Wakil Bupati, karena pertama yang kita harus fokus juga wilayah dalam kota,” terangnya.

Lanjut Wabup, selain fokus pada Kota Namrole, program 100 hari kerja akan berlangsung di 6 kecamatan yakni Kapala Madan, Leksula, Namrole, Fena Fafan, Waesama dan Ambalau,

“Tetapi untuk wilayah dalam kota kabupaten sangat penting dalam rangka memperbaiki drainase-drainase yang tersumbat yang sering kali mengakibatkan terjadi genang air,” sambungnya.

Pasalnya, saluran-saluran air yang selama ini tersumbat dan mengakibatkan genangan air berdampak pada rumah penduduk di dalam kota.

“Jika saluran air yang tersumbat itu terbuka maka distribusi air akan lancar dan genang air dapat dikurangi,’ jelasnya.

Mantan Wakil Ketua DPRD Buru Selatan ini memastikan, mulai hari ini dilakukan proses penggalian drainase yang tersumbat, sehingga diharapkan genangan airnya lancar mengalir.

Kepala Dinas PUPR setempat Melkior Solissa merincikan, pengerjaan drainase didalam kota Namrole terdiri dari 8000 Kubik, dengan pagu anggaran sebesar Rp500 juta, dan dikerjakan secara swakelola.

“Kegiatan ini merupakan kegiatan primadona 100 hari kerja Bupati Safitri Malik Soulisa dan Wakil Bupati Gerson Eliezer Selsily di Kabupaten Buru Selatan,” cetusnya.

Dikatakan, permasalahan drainase yang menyebabkan terjadinya banjir didalam kota merupakan sebuah isu yang sangat seksi dan strategis. Sehingga perlu mengambil langkah strategis guna mengatasinya.

Masih menurut Solissa, untuk program ini diutamakan pada beberapa kawasan drainase yang tersumbat ketika hujan datang, dan mengakibatkan genangan air pada rumah warga.

“Karena itu perlu dilakukan penggalian ini untuk mengkoneksi galian drainase secara tersistem dari hulu hingga hilir,” sebutnya.

Diharapkan aliran air yang tersumbat kembali mengalir secara baik dan tidak terjadi banjir didalam kota dan rumah-rumah warga.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Lukman Solissa menambahkan, terkait dengan program 100 hari kerja Bupati dan Wabup Bursel, khususnya pada instansi yang dipimpinnya mengusung Kota Namrole “Bersih, Indah dan Nyaman”.

“Jadi, Dinas LH dan Dinas PUPR berkolaborasi untuk menyelesaikan permasalahan drainase dan juga permasalahan persampahan di Kabupaten Buru Selatan,” cetusnya.

Lukman juga menjelaskan, sesuai dengan program 100 hari kerja Bupati dan Wabup, maka dilakukan pekerjaan penggalian drainase yang tersumbat untuk mengurangi permasalahan genangan air akibat curah hujan yang cukup Tinggih.

“Kita lakukan penggalian drainase yang tersumbat agar tidak terjadi genang air di dalam kota dan rumah-rumah warga penduduk,” pungkasnya.

JFL

Exit mobile version