Koreri.com, Manokwari– Bendera merah putih berukuran 76 meter persegi yang sebelumnya dibentangkan 49 penyelam dalam dasar laut Teluk Doreri, Perairan Kabupaten Manokwari, Provinsi Papua Barat, Senin (16/8/2021) gagal mengudara.
Usaha dengan bantuan balon udara untuk mengudara bendera merah putih raksasa itu namun tak kunjung berkibar pada Senin (16/8/2021) siang hingga sore tadi.
Bendera yang sudah terangkat ke atas air, namun saat hendak mengudara balon gas kembali jatuh. Padahal, Gubernur Papua Barat Drs Dominggus Mandacan, Kapolda Papua Barat Irjen Pol Dr Ternagogo Sihombing, S.I.K.,M.Si, Pangdam XVIII Kasuari, Mayjen TNI I Nyoman Cantiasa,S.E.,M.Tr (Han) dan Kajati Papua Barat, Dr Wilhelmus Lingitubun,S.H.,M.H tampak menanti suksesnya kegiatan yang diinisiasi oleh Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Papua Barat dan Garda Merah Putih Papua Barat itu.
Ketua Harian Lembaga Masyarakat Adata (LMA) Provinsi Papua Barat Franky Umpai mengatakan, kegagalan itu terjadi karena faktor cuaca.
“Apa yang terjadi itu diluar rencana dan diluar yang kita harapkan. Ini kendala non teknis. Faktor cuaca, dan kemampuan balon udara yang gasnya sudah diisi dari malam namun baru digelar siang tadi,” ungkapnya.
Meskipun tidak sesuai dengan yang direncanakan namun tak mengurangi spirit untuk memeriahkan Dirgahayu Republik Indonesia tidak redam, semangat itu ada pada generasi papua saat ini.
Namun Frangky optimis bahwa sebelum detik detik prroklamasi, Selasa 17 Agustus 2021 balon udara itu akan berhasil menerbangkan bendera 76 meter persegi itu.”Hari ini kita persiapkan kembali dan besok akan berhasil diterbangkan,” terangnya.
Kegagalan ini kata dia, tidak mengurangi semangat dan idialisme mereka terhadap NKRI. “Semoga sebelum detik detik proklamasi besok, balon udara dan bendera berhasil mengudara,” tambahnya.
KENN