Koreri.com, Jayapura – Anggota Komisi V DPR Papua, Natan Pahabol, mengatakan Gubernur Lukas Enembe harus memberikan penghargaan khusus kepada drg. Aloysius Giyai karena sukses membangun infrastruktur kesehatan yang baik di Provinsi Papua.
“Dulu RSUD Abepura, mulai dari infrastrukturnya, SDM dan juga fasilitasnya, hancur total. Namun begitu dokter Aloysius Giyai diangkat menjadi Direktur oleh Gubernur Lukas Enembe mampu memperbaiki manajemen dan membagun infrastruktur,” kata Pahabol kepada wartawan di Jayapura, Sabtu (21//2021).
Sebagai mitra kerja di bidang keseahatan, Natan Pahabol, menilai pemberhentian drg. Aloysius Giyai dari jabatan Direktur RSUD Dok II Jayapura sangat tidak tepat, karena kinerja dokter aloysius sudah teruji.
Menururtnya, dokter Aloysius Giyai merupakan salah satu pioner yang mampu menterjemakan visi misi Gubernur dan Wakil Gubernur, mulai dari priode pertama hingga dipriode kedua di bidang kesehatan.
Dikatakan, memiliki segudang prestasi di bidang kesehatan, Gubernur Lukas Enembe kembali mengangkat drg. Aloysius menjadi Kadis Kesehatan Provinsi Papua. “Dokter Alosius juga mengagas Kartu Papua Sehat (KPS) yang sampai hari ini telah dinikmati masyarakat papua,” ujarnya.
Bukan saja itu, kata Natan, masih ada banyak pretasi dan terobosan program lain yang sudah diukir oleh drg. Aloysius Giyai.
Natan Pahabol juga mempertanyakan apa indikator yang dipakai Gubernur Lukas Enembe untuk mengganti dokter Aloysius Giyai dari jabatan Dirut RSUD Dok II Jayapura yang memiliki track record baik.
“Kalau alasannya sibuk dengan proyek, saya rasa Gubernur Lukas Enembe keliru, karena drg Aloysius terbukti sudah memperbaiki fasilitas di RSUD Dok II Jayapura,” ujarnya.
“Gubernur Papua Lukas Enembe harus tinjau kembali surat pemberhentian drg. Aloysius Giyai sebagai Direktur RSUD Dok II Jayapura,” sambung politisi Gerindra itu.
Pahabol juga berharap Gubernur, jangan terlalu mendengar pembisik yang ada disekitarnya.
“Bagi para pembisik, tolong berikan informasi yang benar, jangan memanfaatkan keadaan Gubernur dalam keadaan tidak sehat, lalu kemudian membisik untuk menjatuhkan reputasi orang yang berkinerja baik,” tegas Natan.
Gubernur juga jangan asal mengatikan orang, apalagi di Bidang Kesehatan dan Pendidikan, karena menurutnya dua bidang ini merupakan bidang yang vital.
Pergantian pemimpin di bidang kesehatan dan pendidikan maksimal harus 5 tahun, bukan baru satu atau dua tahun bertugas sudah diganti, berikan kesempatan kepada mereka untuk bekerja.
“Jadi, pergantian dua pejabat esalon dua dilingkup Pemerintahan Provinsi Papua itu sangat keliru dan tidak ada alasan yang tepat,” katanya.
SEO
