Johan mengatakan intervensi Jakarta karena berakar dari Papua, tidak mungkin Jakarta bersuara untuk menghambat proses ini ketika tidak ada laporan dari Papua yang membuat aneh–aneh ke jakarta seakan–akan kita Papua ada persoalan besar.
“Padahal barang ini sudah ada dalam kamar koalisi Lukmen Jilid II sendiri, tapi kami masayarakat minta Jakarta jangan terlalu intervensi biarlah proses ini berjalan. Sehingga cepat supaya kita masayarakat Papua punya Wagub definitif ada,” jelasnya.
Tentunya 2 nama cawagub Papua, Yunus Wonda dan Kenius Kogoya sesuai keputusan dari Gubernur Papua Lukas Enembe maka harus diselesaikan agar tidak memberikan opini yang lain.
“Intinya kami minta 3 parpol koalisi Lukmen jilid II hentikan semua manuver politik untuk kepentingan pribadi atau kelompok tertentu untuk menampakan figur lain dari 2 nama cawagub yang dilingkar Gubernur Lukas Enembe hentikan itu,” tegasnya.
“Sekarang sudah tidak pada proses itu lagi dan tidak ada lagi calon kandidat yang lain, karena dua nama yang disepakati dari awal itu sudah final,” kata Johan.
Ditegaskan bahwa dua nama Yunus Wonda dan Kenius Kogoya ini sudah final dan ikut proses tahap selanjutnya di DPRP.
Sementara tiga parpol koalisi Lukmen Jilid II tidak usah lagi berasumsi atau membuat gebrakan lain yang mengganggu proses berjalan. “Sebaiknya memberikan dukungan kepada 2 nama cawagub Papua yang sudah ada,” katanya.
“Kami berharap bahwa tiga partai politik Nasdem, Golkar dan PKS seyogyanya menerima 2 nama caawagub yang sudah dipilih sejak awal melalui mekanisme yang ada. Jadi kalau 6 banding 3 berarti secara legitimasi 6 sudah menang,” pungkasnya.
SEO












