Kecam Gubernur Papua Lakukan Pelecehan, Ini Pernyataan Sikap Tokoh Adat Port Numbay

Tokoh Adat Port Numbay GUBPAP

Ondofolo Kampung Yoka, Ismael Mebri yang hadir pada pembacaan pernyataan sikap itu mengatakan, pihaknya menyatakan sikap ke Gubernur Papua ini karena satu alasan utama yaitu Aloysius Giyai telah bekerja dengan sangat baik menolong OAP di Port Numbay dan seluruh Papua di bidang kesehatan.

Hal itu terlihat dari sejumlah karya dan program terobosannya sejak menjabat RSUD Abepura, Dinas Kesehatan Papua dan RSUD Jayapura.

 

“Aloysius Giyai ini tidak hanya anak mantu kami orang Port Numbay. Tapi beliau juga anak Port Numbay. Beliau sudah diangkat oleh orang tua kami di Yoka sebagai anak Yoka. Makanya, kita orang Port Numbay merasa keputusan Gubernur Papua menggantikan Aloysius ini sangat melecehkan harga diri kami. Karena saat ini, jujur saja saat ini tak ada anak Port Numbay yang ada di jajaran pemerintahan Provinsi Papua selevel kepala dinas,” kata Mebri.

Oleh karena itu, Mebri meminta Gubernur Papua untuk segera memanggil Aloysius Giyai dan memberikan tugas dan jabatan baru.

“Kami kasih waktu hanya tiga hari saja kepada Gubernur Papua untuk menanggapi dan menjawab pernyataan sikap kami ini,” tegasnya.

Menurut Mebri, kasus pergantian mendadak seperti ini sebenarnya bukan kekeliruan Gubernur Papua Lukas Enembe semata, melainkan ada oknum-oknum di lingkarannya yang memanfaatkan situasi demi jabatan dan kepentingannya.

“Kita semua tahu, kondisi Bapak Gubernur hari ini, kurang sehat. Kami yakin ini karena bisikan yang tidak benar tanpa bukti yang jelas. Kami minta, orang-orang dekat, pembisiknya segera pulihkan nama baik Aloysisus Giyai, anak mantu kami. Jangan bermain di atas tanah Papua dengan fitnah. Jaga nama baik anak mantu kami. Kami minta khusus kepada Juru Bicara Gubernur, Rifai Darus, mohon bicara dengan data biar terukur,” tegasnya.