Untuk mempersiapkan SDM anak-anak asli papua khususnya 7 suku asli Teluk, sejak tahun 2018 pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni telah merancang kebijakan pengembangan SDM berbasis sumber daya migas dengan mendirikan pusat pelatihan teknik industri dan migas (P2TIM) Teluk Bintuni bekerjasama dengan Petro tekno didukung dengan SKK Migas dan Provinsi Papua Barat.
Karena itu kerjasama itu dilanjutkan dengan mengirim putra/putri terbaik Teluk Bintuni untuk belajar pada pelatihan lokasi teknik produksi minyak dan gas bumi di Ciloto, Jawa Barat.
“Hal ini merupakan sebuah langkah berani dari pemerintah daerah Teluk Bintuni mengingat tidak semua Kabupaten/ kota penghasil migas melakukan hal seperti kami lakukan ini namun dari SDM yang kami miliki, besar mimpin dan harapan kami agar anak-anak dapat menentukan nasib pengelolaan sumber daya alam di tanah mereka sendiri,” tuturnya,
Penyerapan tenaga kerja yang terbuka lebar ini membuat pemerintah daerah mempersiapkan SDM melalui program pelatihan yang diikuti anak-anak asli Teluk Bintuni untuk menekankan meningkatnya pengangguran tenaga kerja lokal.
KENN






























