“Jadi tidak ada yang namanya kas daerah kosong tetapi berkurang untuk saya membayar semua paket masyarakat sekaligus kalau seandainya kami membayar beberapa orang dulu,nanti yang lain menuntut lagi makanya saya minta rekapan untuk disandingkan dengan paket masyarakat plus operasional OPD kira-kira berapa sehingga disandingkan dengan Kasda yang ada,maka pasti di bayar semua,tetapi kalau disandingkan dan terlalu besar dan di Kasda tidak mencukupi maka dipending,” jelas Herman Kayame.
Ditegskan kepala BPKAD bahwa paket masyarakat nilainya kecil sehingga kalau dipinjam di Bank masyarakat terbeban dengan utang atau bunga maka solusinya pada bulan Juni lalu, pemerintah daerah sudah siapkan 30 persen pembeyaran lebih dulu tetapi pada bulan Agustus mereka (Dinas PUPR) masukan tagihan 100 persen membuat uang di kasda tidak mencukupi sehingga anggaran 30 persen di bulan Juni itu di bayarkan gaji,dan operasional OPD.
“Untuk itu kami minta masyarakat bersabar karena kita lagi upayakn anggaran untuk diselesaikan, kami tau masyarakat yang mengerjakan paket ini dikejar bunga pinjaman tetapi di Kasda anggaran belum mencukupi,” pungkasnya.
KENN












