Tentunya masih segar diingatan kita pada sejumlah perdebatan di tingkat dunia yang timbul ketika Pemerintah Indonesia memutuskan membatasi ekspor nikel mentah ke eropa ketika di waktu yang sama eropa juga menolak impor Indonesia pada bahan bakar nabati sawit (CPO – Crude Palm Oil). Pasokan nikel yang tidak lagi dalam bentuk mentah tentunya akan berpengaruh terhadap pembiayaan program konversi kendaraan listrik atau industri batere lainnya yang sementara dijalankan oleh pihak eropa sebagai bagian dari upaya mengurangi penggunaan bahan bakar fosil.
Secara tidak langsung perubahan pembiayaan yang lebih tinggi oleh karena tuntutan pembelian nikel murni yang sebelumnya dipasok dalam bentuk mentah akan menghambat pertumbuhan ekonomi selain juga dapat berpotensi menutup industri pengolahan nikel sehingga dampaknya akan makin melebar ke bidang lainnya. Bahan bakar alternatif dengan sumber nabati sawit yang dapat diproduksi secara besar di negara-negara tropis tentunya juga akan sangat mungkin tidak sejalan dengan program ekonomi yang telah dibuat untuk sepenuhnya beralih ke kendaraan listrik atau tanpa bahan bakar.
Industri sawit yang tentunya memungkinkan dilakukan secara besar-besaran pada kawasan tropis dalam memenuhi kebutuhan masa depan bahan bakar menjadi potensi terjadinya pembalakan hutan yang pada akhirnya mengurangi kemampuan bumi untuk menetralisir karbon dan pada akhirnya mengganggu iklim dunia. Perubahan klimatologi akan memberikan dampak dengan kajian yang perlu di lakukan secara terintegrasi, dengan gambaran kondisi ekstrim arah angin yang tidak akan bertiup secara kencang dan cukup seperti yang umumnya terjadi di kawasan Eropa akan sangat berpengaruh pada kelangsungan pasokan energi listrik yang diperoleh melalui operasi turbin angin.
Pasokan energi dan bahan bakar tidak secara utuh serta dengan cara sederhana dapat disamakan dengan komoditas lain, yaitu jika terjadi kelangkaan pasokan maka akan mendorong kenaikan harga. Hal ini terjadi sebagaimana pada komoditas umum lainnya dengan adanya peluang untuk meningkatkan profit melalui kenaikan harga saat pasokannya dalam kondisi jumlah pasokan yang terbatas. Jumlah ketersediaan pasokan energi pada suatu negara dapat memberikan resiko dari sisi aspek politik, ekonomi dan stabilitas keamanan.
