Koreri.com, Sentani – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jayapura melalui Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunnak) setempat akan fokus pada pengembangan kakao.
Kakao masuk dalam sektor perkebunan bersama kelapa, pinang, vanili di tahun anggaran 2022 ini.
“Kami lebih fokus pada pengembangan perkebunan di sektor kakao. Produk lain seperti kelapa, pinang bahkan vanili kita juga siap dikembangkan, meskipun sudah diusahakan oleh pihak swasta. Jadi program pengembangan perkebunan di sektor kelapa, pinang dan vanili akan dilanjutkan. Selain kita akan kembangkan tanaman kakao juga,” kata Kadisbunak setempat, Ir. H. Sambodo Samiyana, M.Si., kepada pers di Sentani, Kamis (13/1/2022).
Hal itu dimaksudkan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang merata dan meningkatkan kesejahteraan petani kakao atau pekebun.
“Jadi ada perusahaan, mereka juga punya tim pendamping yang siap mendampingi petani, menyiapkan bibit dan kemudian hasilnya di beli disitu juga. Maka itu, petaninya kita akan atur, siapa yang mengatur penjualan bibit, karena kakao ini kan bisnis mulai dari bibit sampai penjualan kakao itu bisnis semua. Sehingga banyak yang harus berperan disini,” sambung pria yang akrab disapa Doddy.
Kakao ini, lanjut dia, merupakan komoditas unggulan di Kabupaten Jayapura yang menjadi target pengembangan di sektor perkebunan.
“Jadi, modelnya seperti itu. Petaninya sudah kita atur dari bawah, itu bisa dalam bentuk Badan Usaha Milik Kampung atau dalam bentuk lainnya. Nanti luasan areal yang sudah kita peroleh, tinggal kita plotkan dengan GTMA. Ini wilayah adatnya siapa, nanti kelompok-kelompok tani itu akan dibangun berdasarkan wilayah adat,” lanjut Doddy.
Pihaknya akan mengatur kelompok taninya dengan menata ulang berdasarkan wilayah adat masing-masing.
Doddy juga menekankan bahwa dalam pengembangan kakao ini, dibutuhkan peran dari pihak pemerintahan kampung, dalam hal pembinaan BUMKam-nya.
Pihak pemerintahan kampung dalam hal ini pembinaan BUMKam berperan dengan mengalokasikan anggaran minimal 100 juta rupiah.
“Misalnya, kita siapkan bibit, lalu kampung siapkan yang lain biar tidak sama. Karena dalam pengembangan ini ada keroyokan, perlu ada pembagian peran dan alokasi dana-nya. Itu nanti yang coba kita atur, beberapa hari ini kita selalu berkomunikasi dengan semua lini untuk bisa bergerak bersama-sama guna mengembangkan atau meningkatkan produktivitas kakao,” tukasnya.
IDI
