Penyatuan Tanah dan Air di Titik Nol IKN, Presiden Apresiasi Semua Pihak

Gubmal MI Presiden Jokowi IKN
Gubernur Maluku Murad Ismail saat menyerahkan "KAMBOTI" berisikan tanah dari Maluku kepada Presiden Joko Widodo lalu bersana-sama menuangkannya ke dalam kendi yang sudah berisikan tanah dari provinsi lain di Indonesia

Koreri.com Balikpapan – Presiden Joko Widodo menghadiri acara Penyatuan Tanah dan Air di Titik Nol IKN sekaligus melakukan ritual Penyatuan Tanah dan Air di Titik Nol IKN, Senin (14/3/2022).

Di Titik Nol IKN, Presiden dan Ibu Iriana disambut oleh Sultan Kutai Negara Ing Martadipura yang ke 21 Haji Muhammad Arifin dan dilakukan prosesi adat tepung tawar untuk melindungi, membersihkan sebagai permohonan dijauhkan dari marabahaya dan selalu mendapat rahmat lindungan dari yang maha esa.

Presiden disambut juga dengan tarian selamat datang tari kanjar ganjur oleh penari Keraton kesultanan Kutai Kartanegara ing martadipura, tarian ini untuk menyambut tamu tamu kehormatan pada acara-acara yang sangat sakral termasuk acara yang sangat bersejarah hari ini bagi bangsa Indonesia.

Presiden Joko Widodo hadir didampingi menteri BUMN Erick Thohir Menteri PU PR Basuki Hadi Mulyono menteri PPN Kepala Bappenas Suharso Monoarfa, Menteri Investasi Bahlil Lahadalia, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Kepala Otorita IKN Bambang Susantono juga wakilnya Doni Rahayu, Ketua MPR Bambang Soesatyo serta Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya.

Prosesi Penyatuan Tanah dan Air ini juga diikuti oleh seluruh Gubernur se-Indonesia dengan membawa tanah dan air dari masing-masing Provinsi yang diserahkan kepada Presiden Republik Indonesia dan akan dituangkan langsung ke dalam bejana Nusantara. Gubernur DKI Jakarta sebagai Gubernur pertama yang memberikan tanah dan air kepada Presiden Joko Widodo selanjutnya diikuti oleh Gubernur Aceh.

Ada yang menarik dari prosesi yang menjadi momentum penting dimulainya pembangunan IKN baru di pulau Kalimantan itu.

Saat namanya dipanggil, dengan langkah tegak Gubernur Murad Ismail berjalan menuju Presiden dan menyerahkan “KAMBOTI” berisikan tanah dari Maluku. Bersama Presiden, tanah dari wadah KAMBOTI tersebut lalu dituangkan ke dalam kendi yang sudah berisikan tanah dari provinsi lain di Indonesia.

Selanjutnya, Gubernur bersama Presiden menuangkan air dari batok buah KALABASA yang sering digunakan orang Maluku sebagai wadah air.

Penggunaan KAMBOTI dan KALABASA sebagai wadah yang membawa tanah dan air dari Maluku, membuktikan komitmen Bapak Gubernur terhadap local wisdom (kearifan lokal) Maluku dalam pentas nasional.

Bagi masyarakat Pulau Ambon, Lease dan Seram, wadah yang terbuat dari anyaman janur kelapa atau enau (mayang) itu disebut sebagai KAMBOTI.

Orang Kei Besar menyebutnya NGUT, sedangkan Orang Kei Kecil menamainya KOBOT.

KAMBOTI merupakan wadah untuk membawa hasil kebun. Bahan bakunya menggunakan daun kelapa atau enau di sekitar kebun.

KAMBOTI biasa dibuat langsung di lokasi pada sore hari agar dapat digunakan membawa pulang hasil kebun ke rumah.

Momen acara Penyatuan Tanah dan Air di Titik Nol IKN sekaligus melakukan ritual Penyatuan Tanah dan Air di Titik Nol IKN, Senin (14/3/2022) bersama Presiden Joko Widodo

Sementara KALABASA yang bagi orang Maluku biasa menjadikannya sebagai wadah air, juga sebagai gayung, berasal dari buah Maja (Aegle marmelos). Orang Maluku menamainya buah KALABASA.

Maluku merupakan salah satu Provinsi Kepulauan yang sudah tentu memiliki berbagai jenis tanaman diantaranya Kelapa yang tumbuh subur di seluruh pelosok negeri berjuluk Seribu Pulau ini.

Oleh karena itu, pemilihan daun kelapa sebagai wadah menampung tanah dan batok kelapa sebagai wadah air sudah sangat tepat.

Setelah selesai melakukan prosesi penyatuan Tanah dan Air, Presiden Joko Widodo dalam sambutannya mengatakan bahwa sebuah cita-cita besar dan pekerjaan besar yang akan segera mulai yaitu pembangunan ibukota Nusantara.

“Saya hadir di sini bersama-sama dengan 34 Gubernur dari 34 Provinsi di seluruh tanah air bersama-sama dengan 15 tokoh masyarakat dari Kalimantan Timur dan kita tahu baru saja tadi di tanah dan air yang dibawa oleh 34 gubernur telah kita satukan dan di di tempat yang akan menjadi lokasi ibukota Nusantara,” lebih lanjut Presiden menjelaskan.

Orang nomor satu RI ini menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada seluruh Gubernur dan masyarakat  dalam mendukung pembangunan ibukota Negara.

“Saya ingin mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada para Gubernur, ini merupakan bentuk dari kebhinekaan kita dan persatuan yang kuat diantara kita dalam rangka membangun ibukota Nusantara. Ini kolaborasi antara Pemerintah pusat, Pemerintah daerah TNI – Polri, swasta dan seluruh masyarakat dalam mendukung pembangunan ibukota Negara. Dukungan ini akan sangat membantu agar apa yang kita cita-citakan ini bisa segera terwujud,” tandasnya.

Presiden juga menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada lembaga-lembaga tinggi Negara.

“saya juga ingin mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada lembaga-lembaga tinggi negara MPR RI DPR RI DPD RI mahkamah Agung mahkamah konstitusi, Pemeriksa Keuangan, Komisi Yudisial dalam mendukung dimulainya pembangunan ibukota Nusantara ini. Mudah-mudahan doa semoga hidayah dan barokah dari Allah subhanahu wa ta’ala memberikan kemudahan dan kelancaran kita dalam membangun ibukota Nusantara ini terima kasih,” pungkasnya.

BKL/JFL

Exit mobile version