Forum Tabi : Silahkan Rekan-rekan Mee Pago dan Laa Pago Menolak, Kami Dukung DOB

Masyarakat Adat Tabi Dukung DOB
Ketua Pemuda Tabi Bersatu Alberth Yohanes Manggo (kiri) dan Ketua Forum Masyarakat Tabi Bangkit, Pdt. Alberth Yoku, S.Th., M.Th / Foto : IDI

Koreri.com, Sentani – Masyarakat di wilayah adat Tabi mendukung penuh pemekaran Provinsi Papua.

Penegasan tersebut disampaikan Ketua Pemuda Tabi Bersatu, Alberth Yohanes Manggo.

“Wacana daerah otonomi baru atau DOB Provinsi Papua yang akan dimekarkan menjadi beberapa wilayah akan terus didorong hingga terwujud,” tegasnya.

Diakui Alberth, pro kontra terkait pemekaran DOB Provinsi Papua terus terjadi hingga hari ini.

“Kendati demikian, tak seperti beberapa wilayah adat La Pago yang menolak DOB, masyarakat di wilayah adat Tabi yang menjadi cikal bakal pusat pemerintahan di Tanah Papua (Papua dan Papua Barat) justru mendukung penuh pemekaran Provinsi Papua,” akuinya.

Hal ini menurut Alberth, didasari pada beberapa faktor.

Pertama, soal kondisi geografis Papua yang sangat luas. Kemudian, angka pengangguran yang dinilai masih cukup banyak, kesejahteraan masyarakat yang juga belum merata, serta pendidikan dan kesehatan yang juga masih menjadi alasan.

Atas dasar tersebut, perjuangan pemekaran kemudian didorong oleh Asosiasi Bupati dan Wali Kota serta para tokoh adat di wilayah Tabi sejak beberapa tahun lalu.

Dan di era pemerintahan Presiden Joko Widodo, pemekaran yang diperjuangkan sudah disetujui sang kepala daerah.

Pro kontra ini menjadi hal yang lumrah, namun perjuangan masyarakat adat di wilayah Tabi untuk memperjuangkan hak kesulungan atas wilayahnya sendiri tentu butuh perjuangan ekstra.

Atas hal ini, Pemuda Tabi Bersatu kemudian menginisiasi dilakukan rapat dengar pendapat (RDP) bersama para tokoh di wilayah adat Tabi, yang meliputi tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda dan tokoh perempuan, serta anggota MRP dan DPR Papua dari wilayah adat Tabi.

RDP yang dilakukan untuk menyatukan persepsi ini digelar di aula Puspenka, Hawaii, Kota Sentani, Distrik Sentani, Kabupaten Jayapura, Sabtu (19/3/2022) sore.

“Kami dari Pemuda Tabi akan berdiri didepan mengawal apa yang telah menjadi kesepakatan bersama Asosiasi Bupati dan Walikota se – Tanah Tabi untuk pemekaran. Kami akan mendorong terus ini hingga pemekaran terwujud,” dengan pernyataan tegas Alberth.

Dirinya menyebut, kebijakan pemerintah atas pemekaran adalah solusi terbaik untuk mengentaskan berbagai persoalan yang terjadi. Mulai kesejahteraan, infrastruktur, pendidikan dan kesehatan, serta sektor lain yang terjadi ketimpangan.

“Kami melihat orang tua-tua kita, saudara-saudara kita di kampung-kampung yang selama ini jalannya belum tembus dan terdapat kesenjangan dan terisolasian keterpurukan secara ekonomi. Nah, ini yang perlu kita selamatkan. Tidak ada cara lain, karena dengan pemekaran lah persoalan yang ada akan terselesaikan,” sambungnya.

Menurut Alberth, pemerintahan pusat yang telah menyetujui rencana pemekaran wilayah di Provinsi Papua, dengan demikian aspirasi masyarakat yang sejak dulu diperjuangkan telah terjawab.

“Ini peluang yang tidak boleh disia-siakan. Jadi silahkan saja, teman-teman di Laa Pago dan Mee Pago menolak, silahkan saja. Namun kami di Tabi mendukung apa yang sudah disampaikan oleh Asosiasi Kepala Daerah Tabi. Kami akan kawal dan dorong pemekaran harus terwujud,” tutur Alberth diakhir wawancaranya.

Sementara, Ketua Forum Masyarakat Tabi Bangkit, Pdt. Alberth Yoku, S.Th, mengaku, jika masyarakat adat Tabi mendukung penuh program pemekaran wilayah di Papua oleh pemerintah.

“Ketegasan dari kami, bahwa masyarakat adat Tabi mendukung semua hal yang sudah resmi diumumkan oleh Negara yang sudah diundang-undangkan. Yang artinya, mempunyai kepastian hukum. Maka harus kita dukung penuh, nanti mau model seperti apa akan kita bicarakan,” jelasnya.

Dikatakan, tanah Tabi adalah pusatnya pendidikan dan lain sebaginya di Papua, masyarakat dari segala penjuru wilayah datang ke Tabi, sehingga abdikan diri ke masyarakat di kampung halaman jika studi itu telah rampung.

“Kalau sudah selesai, ya bangun daerahnya. Kampungnya biar maju, praktekkan ilmu dan kepakaran yang sudah diperoleh dari Tabi ke kampung masing-masing. Tabi ada kami, biarkan kami yang membangun negeri kami sendiri,” ucapnya.

Dikatakan, pemahaman pemekaran daerah jangan hanya dilihat dari sisi politis saja. Namun pemekaran adalah bagian dari pemerataan pembanguna dan lain sebagainya.

“Mari kita terima dengan sukacita pemekaran ini, mari bangun kampung kita. Kalau pemerintah sudah putuskan ada kebijakan negara, ada berbagai kemungkinan jabatan seperti Gubernur legislatif, ada eksekutif, ada anggaran dan ada lainnya. Maka silahkan balik agar kita bangun kampung-kampung kita,” kata mantan Ketua Sinode GKI di Tanah Papua ini.

Dikatakan lagi, Pemekaran daerah penting agar tidak ada penumpukan sumberdaya manusia (SDM) seperti yang terjadi di Tabi saat ini.

Distribusi SDM bisa dilakukan dengan pemekaran, sehingga lapangan kerja terbuka. Dirinya juga menyebut jika pihak-pihak yang masih menolak DOB perlu diberikan pemahaman.

“Ya mungkin hanya beberapa pihak saja yang masih menolak, dan perlu diberikan pemahaman. Jangan ditumpangi kepentingan politik lain. Pemekaran jadi, balik ke kampung dan bangun kampungnya masing-masing,” pungkas pria yang juga Ketua FKUB Kabupaten Jayapura tersebut.

IDI